Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% di Triwulan III-2025, Tertinggi Didorong Industri Pengolahan
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan capaian positif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada Triwulan III tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 4,95 persen.
Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ini ditopang oleh kinerja positif sebagian besar lapangan usaha. Empat lapangan usaha utama yang menjadi penyangga Produk Domestik Bruto (PDB) adalah:
- Industri Pengolahan
- Pertanian
- Perdagangan
- Konstruksi
Kontribusi keempat sektor ini secara gabungan mencapai 65,02 persen terhadap total PDB.
Sektor dengan Pertumbuhan Tertinggi
Dari sisi pertumbuhan, Jasa Pendidikan mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 10,59 persen. Peningkatan ini didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru dan peningkatan belanja di fungsi pendidikan. Disusul oleh Jasa Perusahaan (9,94%) dan Jasa Lainnya (9,92%).
Sumber Pertumbuhan Terbesar dari Industri dan Perdagangan
Analisis sumber pertumbuhan menunjukkan bahwa Industri Pengolahan merupakan kontributor terbesar dengan andil 1,13 persen. Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Sektor Perdagangan juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 0,72 persen, didukung oleh peningkatan aktivitas perdagangan domestik dan internasional.
Selain itu, sektor Informasi dan Komunikasi tumbuh pesat dengan kontribusi 0,83 persen, sementara sektor Pertanian yang stabil menyumbang 0,61 persen.
Dengan struktur pertumbuhan yang didominasi sektor industri, perdagangan, dan jasa, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan dan momentum positif menuju akhir tahun 2025.
Artikel Terkait
Bundamedik (BMHS) Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026
NPGF Dapat Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja
Jinlong Resources Mulai Tender Wajib atas Saham Hotel Fitra International
Permintaan Emas Global Tembus Rekor 5.002 Ton pada 2025, Investasi Jadi Penggerak Utama