Integrasi BUMN Karya 2026: Target Rampung, Waskita Kaji Go Private

- Rabu, 05 November 2025 | 04:35 WIB
Integrasi BUMN Karya 2026: Target Rampung, Waskita Kaji Go Private

Integrasi BUMN Karya: Target Rampung 2026 dan Opsi Go Private Waskita

Pemerintah telah memulai persiapan integrasi BUMN Karya. Proses konsolidasi yang saat ini masih dalam tahap kajian ditargetkan akan selesai paling lambat pada tahun 2026.

Rencana Pembentukan Tiga Holding BUMN Karya

Kementerian BUMN merencanakan pembentukan tiga holding utama. Rencana ini meliputi penggabungan PT Wijaya Karya (WIKA) dengan PT PP (PTPP). Selanjutnya, PT Adhi Karya (ADHI) akan menjadi induk bagi PT Brantas Abipraya dan PT Nindya Karya. Sementara itu, PT Waskita Karya (WSKT) direncanakan akan dilebur dengan PT Hutama Karya.

Kajian Ulang dan Timeline Integrasi 2026

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, mengungkapkan bahwa konsolidasi akan dikaji ulang bersama Danareksa dengan melibatkan konsultan independen. Hanugroho menegaskan bahwa timeline integrasi BUMN Karya ini ditargetkan tereksekusi paling lambat pada tahun 2026.

Tujuan Strategis Integrasi BUMN Karya

Konsolidasi ini dinilai penting untuk memperkuat peran BUMN Karya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Dengan integrasi, sumber daya akan menjadi lebih terpusat dan efektif, mendukung program strategis pemerintah di sektor infrastruktur.

Bentuk Korporasi dan Opsi Go Private Waskita

Bentuk spesifik aksi korporasi masih menunggu instruksi dari pemegang saham. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan adalah struktur holding-subholding, penggabungan (merger), atau perubahan status menjadi anak usaha. Status perusahaan terbuka (Tbk) Waskita juga menjadi bahan pembahasan, termasuk kemungkinan perubahan dari go public menjadi go private.

Pendekatan Nilai Wajar dalam Integrasi

Hanugroho menegaskan bahwa proses integrasi akan menggunakan pendekatan nilai wajar (fair value). Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan nilai aset setiap entitas mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, meskipun ada potensi penurunan nilai aset akibat konsolidasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar