Kinerja 9 Bulan KIJA 2025: Pendapatan Tumbuh 8% Capai Rp3,67 Triliun, Infrastruktur Melonjak 35%

- Minggu, 02 November 2025 | 17:20 WIB
Kinerja 9 Bulan KIJA 2025: Pendapatan Tumbuh 8% Capai Rp3,67 Triliun, Infrastruktur Melonjak 35%

Kinerja 9 Bulan 2025: Pendapatan Jababeka (KIJA) Tumbuh 8% Jadi Rp3,67 Triliun

PT Jababeka Tbk (KIJA) melaporkan kinerja keuangan periode Januari-September 2025 dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% menjadi Rp3,67 triliun, meskipun laba bersih mengalami tekanan akibat kenaikan biaya operasional.

Pertumbuhan Pendapatan Didorong Segmen Infrastruktur

Segmen Infrastruktur menunjukkan performa terbaik dengan lonjakan pendapatan 35% dari Rp1,44 triliun menjadi Rp1,95 triliun, bahkan melampaui kontribusi segmen Pengembangan Lahan dan Properti yang mencapai Rp1,63 triliun.

Kontribusi Kawasan Industri Kendal dan Cikarang

Kawasan industri Kendal memberikan kontribusi signifikan sebesar 69% terhadap pendapatan segmen properti, sementara Cikarang dan kawasan lainnya menyumbang 31%. Segmen ketenagalistrikan juga tumbuh pesat dari Rp911,2 miliar menjadi Rp1,38 triliun, didorong peningkatan konsumsi listrik tenant di kedua kawasan industri tersebut.

Profitabilitas: Laba Kotor Naik, Laba Bersih Turun

Laba kotor Jababeka meningkat 12% menjadi Rp1,47 triliun, meski margin kotor turun dari 42% menjadi 40%. Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat Rp634,6 miliar, turun dari periode sama 2024 sebesar Rp769,7 miliar.

Faktor Penurunan Laba Bersih

Penurunan laba bersih terutama disebabkan kenaikan beban keuangan dan beban pajak, serta kerugian kurs mencapai Rp102 miliar. Namun, EBITDA tetap menunjukkan pertumbuhan positif 8% menjadi Rp1,29 triliun.

Strategi dan Outlook 2025

Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, menyatakan kepuasan terhadap kinerja perseroan hingga kuartal ketiga 2025. Peningkatan kontribusi pendapatan berulang dari segmen infrastruktur dinilai memperkokoh fondasi bisnis perusahaan.

Untuk sisa tahun 2025, Jababeka menargetkan marketing sales sebesar Rp3,5 triliun, dengan rincian Rp1,25 triliun dari Cikarang dan Rp2,25 triliun dari Kendal. Fokus perusahaan akan tetap pada pengembangan pendapatan berulang dan pengembangan kawasan industri berkelanjutan.

Komentar