PT Astra Agro Lestari (AALI) menjadi pelopor inovasi berkelanjutan dalam industri kelapa sawit Indonesia. Perusahaan ini mendemonstrasikan komitmennya melalui penerapan teknologi mutakhir dan praktik ramah lingkungan di kebun kelapa sawit Kalimantan Tengah.
Pusat Pembibitan Sawit Berteknologi Tinggi
Di lahan seluas 72 hektare milik PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI), Astra Agro mengoperasikan fasilitas pembibitan berkapasitas 500.000 bibit. Proses pembibitan dikelola secara sistematis melalui dua tahap utama: pre-nursery (0-3 bulan) dan main nursery (4-12 bulan). Perusahaan aktif mengembangkan bibit unggul yang tahan terhadap hama ganoderma untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit.
Revolusi Digital di Perkebunan Sawit
Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengungkapkan transformasi digital yang sedang berlangsung. "Operasional kami telah mengadopsi teknologi drone untuk pemupukan, koordinasi, dan transportasi, termasuk implementasi Artificial Intelligence (AI)," jelasnya. Proses panen didukung peralatan modern seperti mini traktor, traktor, dan crane yang meningkatkan efisiensi kerja.
Strategi Berkelanjutan: Plant, People, Planet
Astra Agro menerapkan pendekatan 2 1 yang berfokus pada:
1. Plant: Program replanting menggantikan tanaman tua dengan bibit baru, riset intensif, dan adopsi teknologi
2. People: Pengembangan SDM dan persiapan regenerasi kepemimpinan
3. Planet: Konservasi lingkungan dan pengurangan emisi karbon
Kontribusi Strategis Sawit Indonesia
Kelapa sawit tetap menjadi komoditas strategis nasional dengan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan global. Indonesia sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar dunia mendukung 80 juta ton dari total 230 juta ton produksi minyak nabati global tahun 2025. Industri ini menyerap 17 juta tenaga kerja, memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.
Melalui integrasi teknologi dan praktik berkelanjutan, PT Astra Agro Lestari membuktikan bahwa produktivitas dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit modern.
Artikel Terkait
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia