- Total Aset: Rp 2.123,4 triliun (tumbuh 8,2% YoY).
- DPK: Rp 1.474,8 triliun (tumbuh 8,2% YoY).
- Penyaluran Kredit: Rp 1.438,1 triliun (tumbuh 6,3% YoY).
Fundamental Kuat: Permodalan, Likuiditas, dan Risiko
BRI memiliki fundamental yang sehat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 25,4% dan Loan to Deposit Ratio (LDR) 86,5%. Dari sisi risiko, rasio NPL berada di level 3,08% dengan NPL Coverage Ratio yang tinggi sebesar 183,1%, menunjukkan kehati-hatian dan kemampuan menyerap risiko yang baik.
Dana Murah (CASA) dan Ekosistem Digital Tumbuh Pesat
Struktur pendanaan BRI semakin efisien dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 67,6%. Hal ini didukung oleh penguatan ekosistem digital seperti:
- BRImo: 44,4 juta pengguna dengan transaksi Rp 5.067,1 triliun.
- Qlola by BRI: transaksi tumbuh 35,4% YoY menjadi Rp 9.317 triliun.
- QRIS BRI: volume transaksi melonjak 133,1% YoY.
Komposisi transaksi digital BRI telah mencapai 99,4% dari total transaksi.
Sinergi Holding Ultra Mikro dan Pemberdayaan UMKM
Melalui Holding Ultra Mikro (UMi), BRI bersama Pegadaian dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif. BRI juga terus memperluas jaringan Agen BRILink yang telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen dengan volume transaksi Rp 1.293,5 triliun. Program pemberdayaan seperti Desa BRILian dan LinkUMKM turut memperkuat fondasi sektor produktif.
Optimisme Menjaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Ditutup oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dengan dukungan seluruh insan dan kepercayaan masyarakat, BRI optimis dapat mempertahankan kinerja positif dan berkelanjutan serta terus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia.
Artikel Terkait
Pasar Bergegas, Pucuk Pimpinan BEI Mengundurkan Diri
Airlangga Tegaskan Kenaikan Free Float Justru Akan Genjot Likuiditas Pasar
MNC Asset Management Pacu Aset Kelolaan Tembus Triliunan Rupiah
Agincourt Siap Patuh, Tapi Tegaskan Prinsip Tata Kelola di Balik Wacana Alih Kelola Martabe