TOBA Anjlok 22%! Ini Penyebab dan Target Harga yang Bikin Waspada

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:55 WIB
TOBA Anjlok 22%! Ini Penyebab dan Target Harga yang Bikin Waspada

Saham TOBA Terus Tertekan: Analisis Koreksi Teknikal dan Dampak Isu Proyek PLTSa

Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025. Penurunan ini terjadi menyusul reaksi negatif pasar terhadap pernyataan perusahaan yang mengonfirmasi tidak akan terlibat dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sedang digarap oleh BPI Danantara.

Performa Saham TOBA Terkini

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TOBA tercatat merosot 3,53 persen ke level Rp820 per saham pada pukul 10.10 WIB. Tekanan jual berlanjut setelah pada hari sebelumnya saham sempat anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15 persen.

Dalam sepekan terakhir, saham TOBA tercatat terkoreksi tajam sebesar 22,79 persen. Sementara itu, performa satu bulan terakhir menunjukkan penurunan lebih dalam mencapai 33,33 persen.

Analisis Pergerakan Teknikal Saham TOBA

Pengamat pasar modal Michael Yeoh memberikan analisis mengenai pergerakan saham TOBA. Menurutnya, saham emiten energi ini masih berada dalam fase koreksi teknikal.

"Secara teknikal, TOBA akan menuju target koreksi dari pola rounding bottom di kisaran level 715-700," ujar Michael Yeoh pada Kamis (30/10/2025).

Dampak Isu Proyek Waste-to-Energy

Michael Yeoh menambahkan bahwa kejelasan arah bisnis perseroan menjadi perhatian utama investor pasca munculnya kabar terkait proyek pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy/WtE).

"Saat ini TOBA memang menyatakan mundur dari proyek WTE. Kejelasan dari proyek WTE perlu dikonfirmasi oleh Danantara sehingga investor bisa menimbang kembali profil investasinya, karena belum tentu proyek ini diambil oleh perusahaan tercatat," jelas Michael.

Klarifikasi Perusahaan dan Rencana Ke Depan

Melansir pemberitaan media massa, perusahaan juga memastikan tidak mengambil bagian dalam penerbitan Patriot Bonds senilai Rp 50 triliun yang rencananya akan digunakan untuk membiayai proyek tersebut.

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, memberikan penjelasan lebih lanjut pada Selasa (28/10). Menurutnya, proyek PLTSa yang digarap Danantara belum menjadi fokus utama perusahaan saat ini. TOBA masih memprioritaskan pengembangan proyek energi yang sudah berjalan di berbagai wilayah regional.

Prospek Proyek PLTSa ke Depan

Sementara itu, Danantara berencana membuka lelang proyek PLTSa pada awal November 2025. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Oktober 2025.

Aturan tersebut menyempurnakan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor.

Komentar