Kinerja HYGN (Ecocare) Tumbuh Solid: Pendapatan Rp264 Miliar Hingga September 2025
PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) membukukan kinerja keuangan yang kuat dalam laporan sembilan bulan pertama 2025. Perusahaan jasa kebersihan dan pengendalian hama ini mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit meski menghadapi tantangan pasar.
Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih HYGN
Pendapatan HYGN hingga September 2025 mencapai Rp263,98 miliar, meningkat 18,3% dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp223,21 miliar. Laba bersih perseroan juga tumbuh 3% menjadi Rp10,60 miliar dibandingkan Rp10,33 miliar pada 2024.
Kontribusi Segmen Bisnis Ecocare
Portofolio bisnis HYGN menunjukkan performa positif di semua lini:
- Segmen Jasa Higienitas (ecoCare): Pendapatan Rp130,93 miliar (tumbuh 6,8%)
- Segmen Jasa Kebersihan dan Sanitasi: Pendapatan Rp98,17 miliar (naik 27,1%)
- Segmen Jasa Pengendalian Hama: Pendapatan Rp35,16 miliar (melonjak 46,5%)
Kondisi Neraca dan Likuiditas Perusahaan
Posisi keuangan HYGN tetap solid dengan kas dan investasi jangka pendek senilai Rp22,8 miliar. Perusahaan memiliki rasio lancar yang tinggi dan rasio utang rendah, menunjukkan pengelolaan keuangan yang prudent.
Pernyataan CEO HYGN Tentang Kinerja Q3 2025
Group CEO HYGN, Wincent Yunanda, mengungkapkan kepuasan atas hasil kinerja kuartal ketiga tahun ini. "Pendapatan naik 18% dengan pertumbuhan laba operasional 9% dan laba bersih meningkat 3%," jelasnya melalui keterangan resmi.
Strategi dan Prospek Bisnis HYGN
Wincent menyoroti pertumbuhan eksponensial segmen pengendalian hama yang didukung strategi ekspansi sukses. Sementara segmen hygiene dan sanitasi tumbuh moderat akibat pengetatan anggaran pemerintah, dampaknya berhasil ditekan berkat diversifikasi portofolio pelanggan.
Orderbook HYGN hingga akhir kuartal III-2025 tumbuh 17,5% menjadi Rp354 miliar, mencerminkan pertumbuhan kontrak baru yang sehat. Perusahaan optimis menutup tahun 2025 dengan hasil kuat, mengingat kuartal keempat secara historis menjadi periode terbaik karena faktor musiman.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi dan Intel Terkoreksi