Amazon Gelontorkan USD 5 Miliar untuk Bangun Pusat Data AI di Korea Selatan
Amazon.com Inc. mengumumkan investasi tambahan senilai USD 5 miliar untuk membangun pusat data (data center) di Korea Selatan. Investasi ini bertujuan memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di kawasan Seoul.
Rencana investasi ini disampaikan setelah pertemuan antara pimpinan Amazon Web Services (AWS), Matt Garman, dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Dana sebesar USD 5 miliar tersebut akan dialokasikan untuk mendirikan beberapa pusat data hingga tahun 2031.
Investasi terbaru ini merupakan tambahan dari komitmen sebelumnya. Pada Juni lalu, Amazon telah merencanakan investasi senilai lebih dari USD 4 miliar bekerja sama dengan SK Group dari Korea Selatan.
Langkah AWS ini adalah bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pengembangan infrastruktur AI global, menanggapi pesatnya perkembangan teknologi seperti ChatGPT. Persaingan di industri cloud dan AI semakin ketat, dengan pemain utama seperti Meta Platforms Inc. dan Microsoft Corp. juga gencar berinvestasi.
Kawasan Asia, dengan pertumbuhan adopsi teknologi dan seluler yang cepat, menjadi pasar strategis. Amazon, Meta, dan Microsoft saling bersaing membangun pusat data raksasa yang menjadi tulang punggung layanan AI di wilayah ini.
Sebagai pemimpin lama di layanan cloud, AWS kini menghadapi persaingan sengit dari Google (Alphabet Inc.) dan Oracle Corp.. Untuk mempertahankan daya saing, AWS diketahui sedang melakukan restrukturisasi dan efisiensi, termasuk pengurangan staf, sambil tetap fokus pada investasi besar-besaran.
Dengan investasi tambahan ini, Amazon Web Services mempertegas komitmennya dalam memperluas infrastruktur cloud dan AI di pasar Asia, khususnya Korea Selatan, yang dikenal sebagai salah satu hub teknologi terdepan di dunia.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan