Bukalapak Cetak Laba Rp 2,9 Triliun! Rahasia di Balik Kinerja Fenomenal Terungkap.

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:55 WIB
Bukalapak Cetak Laba Rp 2,9 Triliun! Rahasia di Balik Kinerja Fenomenal Terungkap.

Bukalapak (BUKA) Catat Laba Bersih Rp 2,9 Triliun Hingga September 2025

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan pencapaian laba bersih sebesar Rp 2,9 triliun pada periode Januari-September 2025. Laba triliunan rupiah ini terutama didorong oleh kenaikan nilai wajar investasi saham atau mark-to-market gain.

Penyumbang Utama Laba Bukalapak

Sebanyak Rp 2,17 triliun dari total laba bersih berasal dari keuntungan yang belum dan sudah terealisasi atas investasi saham. Kontributor signifikan dalam kinerja ini adalah apresiasi harga saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), dimana Bukalapak memegang kepemilikan saham sebesar 11,49%. Sepanjang 2025, saham BBHI telah mengalami kenaikan fenomenal sebesar 111% ke level Rp 1.480 per saham.

Kinerja Operasional: Pendapatan Tumbuh 39%

Di sisi operasional, Bukalapak membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat sebesar 39% menjadi Rp 4,73 triliun. Lonjakan ini terutama disokong oleh segmen Gaming, yang kini menjadi andalan perusahaan pasca penutupan bisnis e-commerce.

Kontribusi Segmen Bisnis Utama

Keempat pilar bisnis utama Bukalapak terus menunjukkan kontribusi positif:

  • Segmen Gaming: Kontributor terbesar dengan pendapatan Rp 3,85 triliun.
  • Segmen Online-to-Offline (O2O): Menyumbang Rp 656 miliar.

Kekuatan Finansial dan Prospek Kedepan

Bukalapak juga menunjukkan fundamental keuangan yang solid dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp 17,1 triliun per 30 September 2025. Direktur Utama Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menegaskan perusahaan akan terus mengembangkan seluruh lini bisnis dan memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk.

"Didukung oleh posisi kas dan fleksibilitas finansial yang kuat, perseroan memiliki landasan yang kokoh untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan," ujar Victor dalam keterangan resminya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar