Prabowo Beri Sinyal Tegas: Energi Bersih dan Mandiri, atau Tidak Sama Sekali

- Senin, 12 Januari 2026 | 20:20 WIB
Prabowo Beri Sinyal Tegas: Energi Bersih dan Mandiri, atau Tidak Sama Sekali

Di tengah acara peresmian infrastruktur energi terintegrasi di Balikpapan, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas. Pengelolaan sumber daya energi, menurutnya, harus dijalankan dengan penuh amanah. Bersih dan transparan. Tanpa itu, semuanya percuma.

“Terus saya pesankan, mari kita hasilkan untuk rakyat kita. Pemerintahan yang bersih. Manajemen yang amanah. Mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Dia tak segan menyebut praktik markup sebagai bentuk penipuan. Bahkan pencurian. Hal semacam itu, tegasnya, tak bisa ditoleransi sedikit pun.

Namun begitu, pidatonya tak hanya berisi peringatan keras. Ada semangat membangun kepercayaan diri yang juga ditekankannya. Prabowo ingin Indonesia berhenti merasa rendah diri. Berhenti bergantung pada bangsa lain di setiap lini.

“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain, kita tidak boleh,” katanya.

“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri.”

Dalam konteks itulah, peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan kemarin punya arti strategis. Presiden menyebutnya sebagai satu langkah nyata menuju kemandirian energi. Suatu hal yang dia anggap sebagai syarat mutlak bagi kemerdekaan bangsa yang sebenarnya.

“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, tidak boleh,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo secara terbuka mengakui persoalan yang menghinggapi tubuh Pertamina belakangan ini. Masalah tata kelola. Untuk itu, komitmennya bulat: membersihkan BUMN migas itu dari segala praktik korupsi dan manipulasi, termasuk impor yang merugikan.

Pesan untuk para pimpinan di lapangan pun disampaikan tanpa tedeng aling-aling.

“Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Tidak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari,” ujar Presiden.

Acara di Balikpapan itu, pada akhirnya, lebih dari sekadar seremonial. Ia menjadi penanda arah kepemimpinan Prabowo di sektor energi: mengejar kedaulatan, demi kesejahteraan dan harga diri bangsa. Sebuah jalan panjang yang baru saja dimulai.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar