Di tengah acara peresmian infrastruktur energi terintegrasi di Balikpapan, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas. Pengelolaan sumber daya energi, menurutnya, harus dijalankan dengan penuh amanah. Bersih dan transparan. Tanpa itu, semuanya percuma.
“Terus saya pesankan, mari kita hasilkan untuk rakyat kita. Pemerintahan yang bersih. Manajemen yang amanah. Mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Dia tak segan menyebut praktik markup sebagai bentuk penipuan. Bahkan pencurian. Hal semacam itu, tegasnya, tak bisa ditoleransi sedikit pun.
Namun begitu, pidatonya tak hanya berisi peringatan keras. Ada semangat membangun kepercayaan diri yang juga ditekankannya. Prabowo ingin Indonesia berhenti merasa rendah diri. Berhenti bergantung pada bangsa lain di setiap lini.
“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain, kita tidak boleh,” katanya.
“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri.”
Artikel Terkait
Harga Perak Antam Tembus Rp55.100 per Gram, Lanjutkan Tren Kenaikan
Baku Tembak di Perairan Kuba Tewaskan Empat Orang, Havana Tuduh Infiltrasi Teroris dari AS
Satpol PP Tunggu Rekomtek Dinas Citata untuk Bongkar 185 Lapangan Padel Ilegal
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone