Di tengah acara peresmian infrastruktur energi terintegrasi di Balikpapan, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas. Pengelolaan sumber daya energi, menurutnya, harus dijalankan dengan penuh amanah. Bersih dan transparan. Tanpa itu, semuanya percuma.
“Terus saya pesankan, mari kita hasilkan untuk rakyat kita. Pemerintahan yang bersih. Manajemen yang amanah. Mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Dia tak segan menyebut praktik markup sebagai bentuk penipuan. Bahkan pencurian. Hal semacam itu, tegasnya, tak bisa ditoleransi sedikit pun.
Namun begitu, pidatonya tak hanya berisi peringatan keras. Ada semangat membangun kepercayaan diri yang juga ditekankannya. Prabowo ingin Indonesia berhenti merasa rendah diri. Berhenti bergantung pada bangsa lain di setiap lini.
“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain, kita tidak boleh,” katanya.
“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri.”
Artikel Terkait
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM