Kekhawatiran akan lemahnya permintaan minyak global juga turut membebani pasar. Harga Brent bahkan sempat menyentuh level terendah sejak Mei di awal bulan. Namun, penurunan yang lebih dalam berhasil dicegah oleh dua faktor utama: pemberian sanksi baru AS terhadap Rusia dan data permintaan minyak AS yang ternyata lebih kuat dari perkiraan awal. Chris Beauchamp dari IG Bank menegaskan bahwa harapan bagi pihak optimis terletak pada konsumsi AS yang terus membaik.
Update Harga Komoditas Lain: CPO, Batu Bara, Nikel, dan Timah
Harga CPO
Harga Crude Palm Oil (CPO) untuk kontrak Desember justru mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen, menguat ke level MYR 4.359 per ton menurut data Barchart.
Harga Batu Bara
Sementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle juga menunjukkan penguatan. Untuk kontrak November, harga batu bara naik 0,70 persen ke level USD 108,50 per ton.
Harga Nikel
Berbeda dengan tren sebelumnya, harga nikel mengalami penurunan. Data dari London Metal Exchange (LME) mencatat harga nikel turun 0,01 persen ke level USD 15.361 per ton.
Harga Timah
Komoditas timah mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan harga sebesar 0,47 persen. Berdasarkan data LME, harga timah terkini berada pada level USD 35.970 per ton.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis