Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Saham Teknologi Melonjak Didorong AI
Indeks saham utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin, didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi. Penguatan ini dipicu oleh peluncuran chip Artificial Intelligence (AI) baru dari Qualcomm (QCOM.O), yang melambung lebih dari 11%. Perusahaan tersebut meluncurkan dua chip AI untuk data center yang rencananya mulai tersedia secara komersial tahun depan.
Pergerakan Indeks Saham Wall Street
Mengutip Reuters, berikut rincian kenaikan ketiga indeks utama yang mencatat rekor penutupan baru:
- Indeks Dow Jones (.DJI) naik 337,47 poin atau 0,71% ke level 47.544,59.
- Indeks S&P 500 (.SPX) menguat 83,47 poin atau 1,23% ke 6.875,16.
- Indeks Nasdaq (.IXIC) melonjak 432,59 poin atau 1,86% ke 23.637,46.
Optimisme Perdagangan AS-China Dongkrak Sentimen
Scott Wren, Senior Global Market Strategist di Wells Fargo Investment Institute, menyatakan bahwa investor masih optimis. Sentimen ini muncul setelah kabar akan adanya perkembangan positif dari pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Pasar berharap ketegangan perdagangan bisa mereda, dengan indikasi seperti penjualan gandum AS ke China dan jaminan ekspor mineral rare earth dari China.
Fokus pada Laporan Keuangan Raksasa Teknologi "Magnificent Seven"
Pasar juga memusatkan perhatian pada laporan kinerja keuangan sejumlah raksasa teknologi yang dijuluki "Magnificent Seven" pada pekan ini. Perusahaan-perusahaan seperti Microsoft (MSFT.O), Alphabet (GOOGL.O), Apple (AAPL.O), Amazon (AMZN.O), dan Meta Platforms (META.O) akan melaporkan hasilnya. Investor akan mencermati apakah kinerja kuartal mereka sejalan dengan valuasi saham yang kini tinggi.
Pasar Global dan Mata Uang
Indeks saham global MSCI (.MIWD00000PUS) juga naik 1,13% ke 1.012,72, menyentuh rekor tertinggi intraday. Di Eropa, Indeks STOXX 600 (.STOXX) naik 0,22% ke rekor terbaru. Sementara itu, indeks Merval (.MERV) Argentina melesat 21,9% didorong kemenangan partai Presiden Javier Milei.
Dolar AS melemah terhadap euro, yuan China, dan dolar Australia karena optimisme kesepakatan dagang AS-China. Yuan China menguat 0,26% ke 7,108 per dolar setelah bank sentral China menetapkan kurs tengah di level terkuat sejak pertengahan Oktober.
Proyeksi Suku Bunga Bank Sentral
Pekan ini, investor menunggu keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral besar, termasuk Jepang, Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat. The Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps, dengan probabilitas mencapai 97,8% berdasarkan CME FedWatch. Sementara itu, Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan (BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga mereka.
Artikel Terkait
Krakatau Osaka Steel Tutup Produksi Akhir April, Kalah Saing Lawan Banjir Baja Impor Murah
KOKA Raih Kontrak Konstruksi Silo Alumina Rp31,3 Miliar dari Anak Usaha ADMR
AEP Nusantara Holdings Kuasai 98,26% Saham Pinago Utama, Wajib Lakukan Tender Wajib
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan