"Awal musim laporan keuangan ini sungguh spektakuler. Kami melihat 87 persen perusahaan melampaui target pendapatan dan 83 persen melampaui target laba, membenarkan reli yang kami saksikan tahun ini dan kemungkinan membuka peluang bagi reli kuat di akhir tahun," tambah Detrick.
Pekan depan, investor akan menantikan laporan dari raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Apple. Kelima perusahaan ini merupakan bagian dari "Magnificent Seven" saham megacap yang sering menggerakkan pasar.
Beberapa saham menonjol pada perdagangan Jumat: Alphabet (GOOGL.O) naik 2,7 persen setelah Anthropic memperluas kerja sama penggunaan chip AI Google. Coinbase Global (COIN.O) melonjak 9,8 persen usai JPMorgan menaikkan peringkat sahamnya menjadi "overweight".
Di sisi lain, Deckers Outdoor (DECK.N) anjlok 15,2 persen karena proyeksi penjualan di bawah ekspektasi, sementara Ford (FN) melonjak 12,2 persen setelah melampaui target laba kuartalan.
Di bursa New York, saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,18 banding 1. Nasdaq juga mencatat lebih banyak penguatan dengan rasio 2,2 banding 1. Secara keseluruhan, S&P 500 menorehkan 34 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sementara Nasdaq mencatat 124 titik tertinggi baru.
Artikel Terkait
Trump Tunjuk Kevin Warsh Pimpin The Fed, Sinyal Kuat Pemangkasan Suku Bunga
Pemerintah Pacu Pasar Modal: Batas Investasi Dana Pensiun dan Asuransi Naik Jadi 20%
Wall Street Gemetar, Emas dan Perak Kolaps di Akhir Pekan Panas
Guncangan di Bursa: Pucuk Pimpinan BEI dan OJK Serentak Mengundurkan Diri