GMFI Gelar Rights Issue Jilid II untuk Perkuat Ekuitas dan Struktur Keuangan
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) resmi mengumumkan rencana rights issue jilid II sebagai strategi memperbaiki posisi ekuitas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan emiten berkode saham GMFI ini.
Detail Penerbitan Saham Rights Issue GMFI
Dalam aksi korporasi rights issue ini, GMFI akan menerbitkan maksimal 124,27 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham. Rencana ini telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (24/10/2025).
Peran Strategis Angkasa Pura Indonesia dalam Rights Issue
PT Angkasa Pura Indonesia (API) akan berpartisipasi melalui penyertaan modal non-tunai (inbreng) berupa aset perusahaan kepada GMFI. Melalui mekanisme ini, API akan memperoleh kepemilikan saham baru di GMFI pasca pelaksanaan PMHMETD II.
Mekanisme Pengalihan Hak dari Garuda Indonesia ke Angkasa Pura
Sebagai pemegang saham utama, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan mengalihkan seluruh hak HMETD-nya kepada API sesuai ketentuan Pasal 19 huruf c POJK No.32/2015. Pengalihan ini akan diwujudkan melalui perjanjian khusus antara kedua entitas.
Alokasi Dana Hasil Rights Issue GMFI
Berdasarkan prospektus terbaru Rabu (22/10/2025), dana hasil PMHMETD II akan dialokasikan sebagai modal kerja operasional utama GMFI. Dana tersebut khususnya untuk pembelian bahan baku dan spare part guna mendukung proses perawatan pesawat yang tepat waktu dan sesuai standar keselamatan internasional.
Dampak Positif Rights Issue terhadap Kinerja Keuangan GMFI
Manajemen GMFI memproyeksikan dampak signifikan terhadap posisi keuangan perusahaan. Ekuitas perseroan diproyeksikan berbalik positif dari USD248,99 juta menjadi USD102,86 juta per 30 Juni 2025 setelah inbreng aset API. Rights issue juga akan meningkatkan aset tetap GMFI hingga Rp5,66 triliun dan memperkuat posisi kas perusahaan.
Peringatan Dilusi Kepemilikan Saham
Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan hak HMETD-nya, perusahaan mengingatkan potensi dilusi kepemilikan saham hingga 76,79 persen apabila seluruh HMETD baru dilaksanakan oleh pemegang hak yang berpartisipasi.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi dan Intel Terkoreksi