Tidak hanya fokus pada transaksi keuangan, Irnaeni juga tergerak untuk memberdayakan para ibu di kampungnya. Banyak dari mereka yang memiliki semangat dan keterampilan, tetapi belum memiliki sarana untuk mengembangkan usaha.
“Kami berupaya membantu ibu-ibu PKK di kampung ini untuk mengolah hasil kebun menjadi produk seperti keripik, tempe, dan noken (tas anyaman khas Papua). Untuk transaksi keuangan, kami bantu melalui layanan Agen BRILink. Sementara untuk pemasaran, kami mendukung dengan menitipkan produk-produk tersebut di warung sekitar kampung maupun di pasar terdekat,” jelas Irnaeni.
Kisah inspiratif Irnaeni ini menunjukkan betapa vitalnya kehadiran Agen BRILink dalam membuka akses keuangan dan mendorong semangat pemberdayaan masyarakat. Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam kesempatan terpisah, menyoroti peran strategis jaringan agen ini.
“Melalui jaringan Agen BRILink, BRI menghadirkan layanan transaksi perbankan yang mudah dijangkau dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan mandiri. Inilah bentuk nyata kontribusi BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” pungkas Akhmad.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta