Pemerintah Terbitkan Dim Sum Bond Pertama Senilai Rp13,7 Triliun
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, telah secara resmi menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi berdenominasi Chinese Renminbi (CNH) untuk pertama kalinya. Instrumen keuangan ini dikenal sebagai Dim Sum Bonds.
Penerbitan perdana ini dilakukan dalam format SEC Shelf Registered Global Bonds dengan total nilai mencapai CNH 6 miliar, yang setara dengan sekitar Rp13,7 triliun.
Detail Penerbitan Dim Sum Bond Indonesia
Pemerintah menerbitkan dua seri obligasi dalam transaksi bersejarah ini:
- Seri RICNH1030: Tenor 5 tahun, nilai CNH 3,5 miliar, dan kupon 2,5%.
- Seri RICNH1035: Tenor 10 tahun, nilai CNH 2,5 miliar, dan kupon 2,9%.
Kedua seri obligasi ini akan jatuh tempo pada 31 Oktober 2030 dan 31 Oktober 2035, dengan tanggal pricing 23 Oktober 2025 dan penerbitan resmi pada 31 Oktober 2025.
Antusiasme Investor dan Yield Kompetitif
Penerbitan obligasi ini mendapat sambutan luar biasa dari investor global. Total pesanan atau order book yang masuk mencapai CNH 18 miliar, atau tiga kali lipat dari jumlah yang diterbitkan.
Tingginya minat ini memungkinkan Pemerintah menetapkan yield akhir yang lebih kompetitif, dengan penurunan 45 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 40 bps untuk tenor 10 tahun dibandingkan penawaran awal.
Strategi Diversifikasi Pembiayaan APBN 2025
Penerbitan Dim Sum Bond ini menandai tonggak baru dalam diversifikasi pembiayaan APBN 2025 dan perluasan basis investor global. Langkah ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan keuangan antara Indonesia dan China.
Peringkat Investasi dan Kepercayaan Global
Obligasi ini telah memperoleh peringkat investasi dari tiga lembaga pemeringkat internasional terkemuka:
- Baa2 dari Moody’s
- BBB dari Standard & Poor’s
- BBB dari Fitch Ratings
Peringkat ini mencerminkan kepercayaan global terhadap fondasi ekonomi Indonesia yang kuat. Surat utang ini akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).
Artikel Terkait
Pendapatan Bluebird Kuartal I 2026 Tembus Rp1,45 Triliun, Naik 11,6 Persen
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Harapan Damai Timur Tengah dan Lonjakan Saham AMD
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Baru, Didorong Saham AMD dan Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Wall Street Cetak Rekor: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup di Level Tertinggi Sepanjang Masa