Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 September 2025, kepemilikan saham BBCA didominasi oleh:
- PT Dwimuria Investama Andalan: 67,72 miliar saham (54,94%) - Pengendali
- Robert Budi Hartono: 28,13 juta saham (0,023%) - Pengendali
- Michael Bambang Hartono: 27,02 juta saham (0,022%) - Pengendali
- Masyarakat non-warkat: 52,34 miliar saham (42,46%)
Pemilik Utama Bank BCA
Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham BBCA adalah Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Kedua tokoh pengusaha ini memiliki saham BBCA baik secara langsung maupun tidak langsung melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Meskipun beberapa direksi dan komisaris juga memiliki saham, persentasenya tidak signifikan atau di bawah satu persen.
Performa Saham BBCA
Pada perdagangan Selasa, 21 Oktober 2025, saham BBCA dibuka di harga Rp8.100 per saham pada sesi pertama dan Rp8.350 pada sesi kedua. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 16,21%, meskipun dalam periode enam bulan hanya tumbuh 1,51% dan sejak awal tahun masih tercatat turun 14,90%.
Informasi ini memberikan gambaran lengkap mengenai struktur kepemilikan saham BBCA serta kinerja terkininya di pasar modal Indonesia.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Rp 48 Ribu, Galeri24 Justru Melonjak
Timah Melonjak, Batu Bara Tembus USD 111: Pasar Komoditas Bergairah
Ketegangan AS-Iran Pacu Harga Minyak ke Level Tertinggi 5 Bulan
Emas Ambruk 5,7%, Euforia Rekor USD5.600 Berakhir Dramatis