IPCC (Indonesia Kendaraan Terminal) Catat Laba Bersih Rp190,3 Miliar, Tumbuh 28,6%
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menunjukkan kinerja keuangan yang kuat hingga kuartal III tahun 2025. Perusahaan pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp190,3 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 28,6 persen secara tahunan (year-on-year).
Pendapatan dan Profitabilitas IPCC Meningkat
Berdasarkan laporan keuangan interim, anak usaha PT Pelindo Multi Terminal ini meraih pendapatan operasi sebesar Rp660 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang sebesar Rp585 miliar.
Kinerja positif juga terlihat pada laba bruto yang melonjak 19 persen menjadi Rp288 miliar. Peningkatan ini terjadi meskipun terdapat kenaikan beban pokok pendapatan yang mencapai Rp372 miliar. Sementara itu, laba usaha IPCC naik 21 persen menjadi Rp218 miliar, mengindikasikan fondasi operasional perusahaan yang solid.
Kesehatan Arus Kas dan Neraca yang Kuat
IPCC juga mendemonstrasikan kesehatan arus kas yang baik. Arus kas dari aktivitas operasi meningkat dari Rp275 miliar menjadi Rp298 miliar. Peningkatan ini didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan yang naik menjadi Rp664 miliar dari sebelumnya Rp553 miliar.
Dari sisi neraca, posisi keuangan IPCC hingga 30 September 2025 sangat sehat dengan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp964 miliar. Yang lebih mengesankan, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp1,34 triliun dan IPCC tidak memiliki utang berbunga sama sekali.
Strategi dan Inovasi Pendongkrak Kinerja
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, mengungkapkan bahwa inovasi menjadi kunci peningkatan kinerja. "Perseroan terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kinerja seperti digitalisasi layanan, transformasi pola operasi, inovasi produk, dan model bisnis," ujarnya.
Langkah-langkah strategis tersebut memberikan dampak positif yang nyata pada kinerja IPCC, baik dari sisi operasional maupun finansial. "Semua ini pada akhirnya memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan hubungan sinergis yang erat," tambah Sugeng.
Lonjakan Aktivitas Ekspor-Impor Kendaraan
Secara operasional, hingga kuartal III-2025, IPCC berhasil memfasilitasi kegiatan ekspor-impor kendaraan completely built-up (CBU) sebanyak 380.296 unit, yang berarti meningkat 21 persen.
Rinciannya, distribusi ekspor mencapai 284.492 unit (naik 10 persen), sementara impor melonjak 70 persen menjadi 95.804 unit. Lonjakan impor ini tidak terlepas dari masuknya merek otomotif China seperti BYD secara masif. Dari total impor tersebut, sebanyak 57.035 unit atau 59,5 persen merupakan mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan