Saham Indika Energy Melejit 28% dalam Sepekan Imbas Rencana Divestasi Tambang Batu Bara

- Kamis, 16 Juli 2026 | 17:15 WIB
Saham Indika Energy Melejit 28% dalam Sepekan Imbas Rencana Divestasi Tambang Batu Bara

Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) terus diburu investor dalam sepekan terakhir, mendorong harga melonjak hingga 28 persen. Kapitalisasi pasar emiten tambang itu pun kini menembus Rp13 triliun. Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), harga saham INDY ditutup menguat 11,61 persen ke level Rp2.500, posisi tertinggi dalam sebulan terakhir.

Kenaikan signifikan ini dipicu kabar bahwa Indika Energy berencana melego aset batu bara utamanya, PT Kideco Jaya Agung (KJA). Selama ini, Kideco menjadi tulang punggung pendapatan perseroan dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap kinerja keuangan.

Menurut laporan Bloomberg, Indika Energy tengah mempertimbangkan penjualan Kideco, anak usaha yang 91 persen sahamnya dimiliki perseroan. Langkah ini sejalan dengan transformasi bisnis Indika yang mulai meninggalkan batu bara.

Sumber Bloomberg menyebutkan, manajemen Indika Energy telah berdiskusi dengan penasihat keuangan mengenai peluang divestasi KJA. Perseroan juga telah menghubungi sejumlah calon pembeli potensial. Nilai transaksi Kideco diperkirakan mencapai USD1 miliar, meskipun berdasarkan data terakhir asetnya ditaksir sekitar USD639 juta.

Meski demikian, rencana penjualan tersebut masih dalam tahap awal dan manajemen masih berpeluang mempertahankan aset batu bara itu. Perwakilan Indika Energy maupun Kideco belum memberikan komentar terkait kabar ini.

Indika Energy pertama kali menjadi pemegang saham Kideco pada 2004 saat mengakuisisi 41 persen saham. Kepemilikan terus bertambah menjadi 46 persen pada 2006, hingga akhirnya menjadi pengendali penuh pada 2017. Saat itu, Indika meningkatkan porsi sahamnya menjadi 91 persen setelah mengambil alih saham milik Samtan Co. Ltd. dan PT Miji Inti Utama. Samtan hingga kini masih menggenggam 9 persen saham Kideco.

Kideco merupakan salah satu produsen batu bara raksasa di Indonesia dengan lokasi tambang di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Berproduksi sejak 1993, produksi batu bara Kideco mencapai 31,2 juta ton sepanjang tahun lalu, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 30,7 juta ton.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags