JPO Tendean Rusak Ditabrak Truk, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

- Kamis, 16 Juli 2026 | 17:48 WIB
JPO Tendean Rusak Ditabrak Truk, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan kerugian material akibat rusaknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean di Mampang, Jakarta Selatan, mencapai miliaran rupiah. JPO tersebut rusak setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7) dini hari.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan angka pasti kerugian belum bisa ditentukan karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun, ia memastikan kerugian material sudah diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

“Belum ada angka pasti karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun kerugian material sudah diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ujar Chico saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).

Pemprov DKI akan menggunakan dana APBD sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan kembali JPO. Selain itu, pemerintah juga tengah membahas mekanisme pertanggungjawaban perusahaan pemilik truk yang menabrak jembatan tersebut.

“Utama dari APBD, sesuai tanggung jawab Pemprov dalam pemeliharaan infrastruktur publik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan terkait pertanggungjawaban pihak perusahaan pemilik truk,” kata Chico.

Jika diperlukan, Pemprov juga mempertimbangkan pendanaan dari skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) atau mekanisme lain untuk mempercepat proses pembangunan.

“Jika ada dukungan swasta melalui CSR atau mekanisme lain, tentu akan kami pertimbangkan untuk mempercepat proses,” lanjut Chico.

Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah membongkar struktur JPO yang dinilai sudah tidak aman. Proses pembongkaran telah rampung pada Rabu (15/7) malam, sehingga lalu lintas di Jalan Kapten Tendean bisa kembali normal dan keselamatan masyarakat terjamin.

Setelah pembongkaran selesai, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mulai menyusun rencana teknis pembangunan JPO baru. Rencana tersebut mencakup desain yang lebih aman dan penambahan sistem pengamanan terhadap kendaraan bermuatan tinggi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Dinas Bina Marga sedang menyusun perencanaan teknis, termasuk desain yang lebih aman, seperti penambahan pengamanan tinggi muatan. Proses ini memerlukan waktu untuk memastikan JPO baru lebih kokoh, ramah pejalan kaki, dan mencegah kejadian serupa,” kata Chico.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags