ASN BPN Nias Tewas Lompat dari Lantai 12 Apartemen Usai Diperas Dua Wanita Pemesanan MiChat

- Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB
ASN BPN Nias Tewas Lompat dari Lantai 12 Apartemen Usai Diperas Dua Wanita Pemesanan MiChat

Aparatur sipil negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Apriaman Lase, ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai 12 sebuah apartemen di Kota Medan. Peristiwa itu terjadi setelah ia mengalami tekanan dan pemerasan oleh dua perempuan yang dipesannya melalui aplikasi MiChat.

Korban datang ke Medan untuk mengurus pengambilan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN. Selama di ibu kota provinsi itu, ia menginap di Apartemen Skyview. Pada Jumat (10/7) malam, ia memesan jasa perempuan melalui MiChat dan terhubung dengan seorang perempuan berinisial FR.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengungkapkan bahwa FR tiba di apartemen sekitar pukul 04.20 WIB dengan membawa temannya berinisial JS. Keduanya diajak korban ke kamar di lantai 12. Setiba di dalam kamar, korban terkejut karena wajah FR berbeda dengan foto profil di aplikasi. Ia pun memutuskan tidak menggunakan jasa FR dan memilih berhubungan intim dengan JS.

FR kemudian meminta biaya pembatalan sebesar Rp400 ribu, yang langsung ditransfer korban. JS menetapkan tarif Rp850 ribu untuk layanannya, dan uang itu juga ditransfer ke rekening yang diarahkan FR. Setelah pembayaran, FR keluar kamar dan menunggu di depan pintu, sementara JS bersama korban di dalam.

Usai berhubungan intim, korban merasa tidak puas dan meminta layanan tambahan. Setelah selesai, JS memanggil FR masuk kembali. Kedua perempuan itu diduga meminta tambahan uang Rp4,5 juta. Korban menolak, namun mereka terus mendesak, bahkan meminta korban memperlihatkan saldo rekening melalui ponselnya.

Dalam kondisi tertekan, korban berjalan menuju balkon sambil mengancam akan melompat jika permintaan uang terus dipaksakan. “Korban juga mengatakan, ‘kalau terus minta uang tambahan nanti aku loncat ini’ sambil membuka pintu balkon. Kemudian tersangka FR mengatakan, ‘yaudah loncat kalau berani’,” ujar Adrian dalam konferensi pers, Rabu (15/7).

Tak lama kemudian, korban benar-benar melompat dari balkon dan meninggal dunia. Kedua tersangka diduga menyaksikan kejadian itu, namun bukannya menolong atau melapor, mereka justru meninggalkan lokasi. “Setelah korban loncat dan meninggal dunia, kedua tersangka keluar dari kamar dan langsung pergi meninggalkan apartemen tersebut,” kata Adrian.

Polisi telah menetapkan FR dan JS sebagai tersangka. Korban baru beberapa hari di Medan untuk mengurus SK pengangkatannya sebagai ASN BPN. “Jadi korban baru beberapa hari di Medan. Dia mau mengambil SK-nya karena baru diangkat menjadi ASN BPN,” pungkas Adrian.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags