Wall Street Menguat, Saham Broadcom dan Emiten AI Jadi Motor Penggerak

- Selasa, 07 Juli 2026 | 06:12 WIB
Wall Street Menguat, Saham Broadcom dan Emiten AI Jadi Motor Penggerak

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7) dengan S&P 500 dan Nasdaq melesat, didorong reli saham Broadcom dan emiten semikonduktor lainnya. Investor memburu saham perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan menjadi pendorong kuat musim laporan keuangan kuartal II.

S&P 500 naik 0,72 persen ke level 7.537,43, sementara Nasdaq menguat 1,12 persen menjadi 26.121,16. Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen ke 53.055,91. Meski demikian, jumlah saham yang melemah di dalam S&P 500 masih lebih banyak dibandingkan yang naik, dengan rasio sekitar 1,3 banding 1.

Sepanjang 2026, S&P 500 telah menguat sekitar 10 persen, meski masih berada sekitar 1 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni.

Saham Broadcom melonjak 3,7 persen setelah produsen cip tersebut dan Apple sepakat memperpanjang kerja sama hingga 2031 untuk mengembangkan dan memasok berbagai cip khusus. Indeks sektor teknologi informasi S&P 500 naik 1,3 persen, sedangkan Philadelphia SE Semiconductor Index menguat 2,2 persen setelah dua sesi perdagangan berturut-turut melemah.

“Ini adalah pasar yang membuat banyak investor tertinggal. Jika Anda tidak berinvestasi di saham-saham teknologi tertentu, terutama semikonduktor, pada dasarnya Anda akan melewatkan seluruh reli pasar,” kata Kepala Eksekutif Longbow Asset Management, Jake Dollarhide.

Namun, ia mengingatkan reli tersebut masih rapuh dan berisiko berbalik arah, terutama apabila Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan.

“Saya pikir ini adalah reli yang sangat rapuh. Ada risiko, terutama jika The Fed terus mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama,” lanjut Dollarhide.

Memanfaatkan tingginya minat investor terhadap saham cip berbasis AI, produsen cip asal Korea Selatan SK Hynix dijadwalkan melantai di Nasdaq pada pekan ini.

Di sisi lain, saham Microsoft turun hampir 1 persen setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 2,1 persen tenaga kerjanya atau sekitar 4.800 karyawan. “Pesan yang ditangkap pasar adalah Microsoft tidak mampu menanggung seluruh belanja modalnya dan belum ada tingkat pengembalian investasi yang jelas. Karena itu, keputusan memangkas tenaga kerja alih-alih mengurangi belanja CapEx dipandang sebagai sinyal negatif,” kata Ketua Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes.

Dari sisi data ekonomi, Institute for Supply Management melaporkan indeks manajer pembelian sektor jasa atau nonmanufaktur turun tipis menjadi 54,0 pada bulan lalu, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Saham SpaceX melemah 1 persen, dengan nilai transaksi saham melebihi USD26 miliar, sebagian besar terjadi pada detik-detik terakhir perdagangan. Perusahaan roket dan AI milik Elon Musk itu dijadwalkan masuk ke indeks Nasdaq 100 pada Selasa.

Menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartalan, ekspektasi investor tetap tinggi. Analis yang disurvei LSEG I/B/E/S memperkirakan laba perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II akan tumbuh sekitar 24 persen secara tahunan, sementara laba sektor teknologi diproyeksikan melonjak sekitar 65 persen. Delta Air Lines dan PepsiCo dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada pekan ini.

Setelah data ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 25 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 29 Juli, berdasarkan alat FedWatch milik CME. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih agresif sempat meningkat setelah rapat The Fed bulan lalu, yang merupakan pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh. Risalah rapat tersebut dijadwalkan dirilis pada Rabu (8/7).

Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan panduan kebijakan ke depan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mempercepat dampak kebijakan moneter apabila digunakan dalam kondisi yang tepat, namun juga dapat menimbulkan masalah jika diterapkan secara terlalu kaku.

Di sektor korporasi, saham O’Reilly Automotive anjlok 6,7 persen setelah Bloomberg News melaporkan perusahaan suku cadang otomotif itu mengajukan penawaran tunai untuk mengakuisisi Genuine Parts. Saham Genuine Parts turut melemah sekitar 3 persen.

Volume perdagangan di bursa saham AS relatif tipis, dengan total 16,8 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 23,4 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags