PT Atlas Resources Tbk (ARII) menghentikan sementara kegiatan produksi di sejumlah area tambang batu bara. Langkah ini diambil setelah perusahaan menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang membatasi alokasi produksi.
Direktur Atlas Resources, Joko Kus Sulistyoko, menjelaskan bahwa penyesuaian RKAB telah menekan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan. "Saat ini kegiatan produksi di beberapa area telah dihentikan sementara, sedangkan penjualan masih dilakukan untuk memenuhi sisa alokasi yang tersedia," ujar Joko dalam paparan publik, Jumat (3/7/2026).
Perseroan berharap pemerintah memberikan relaksasi terhadap kebijakan tersebut agar alokasi produksi dapat kembali meningkat. Menurut Joko, peningkatan kuota produksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, khususnya pasokan batu bara bagi pembangkit listrik di Sumatera dan Jawa.
Di tengah keterbatasan alokasi, Atlas Resources berupaya meningkatkan efisiensi operasional melalui pembangunan dan pengembangan jalan hauling. Jalur angkut yang lebih pendek diharapkan dapat menekan biaya logistik dan mengurangi jarak pengangkutan batu bara.
"Kapasitas jalan hauling tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan volume angkutan batu bara di masa mendatang dan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan tambang lain yang berada di sekitar wilayah operasional, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha perseroan," tutur Joko.
Sepanjang kuartal I-2026, Atlas Resources membukukan laba bersih Rp102,5 miliar, turun 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp173,9 miliar. Meski demikian, pendapatan usaha naik 10 persen dari Rp1,63 triliun menjadi Rp1,8 triliun. Laba bersih per saham setara dengan Rp27,33.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mentah Stabil, Komoditas Lain Melemah
Mabuk, Pria di Batu Bara Bakar Rumah Sendiri hingga Tewas Terpanggang
Harga Komoditas Bervariasi: Minyak Turun, Batu Bara dan Timah Menguat
Harga Minyak Mentah Menguat di Tengah Kerapuhan Gencatan Senjata AS-Iran