Pemerintah Setop Sementara Ekspor Batu Bara demi Amankan Pasokan Listrik

- Minggu, 28 Juni 2026 | 08:12 WIB
Pemerintah Setop Sementara Ekspor Batu Bara demi Amankan Pasokan Listrik

Pemerintah memutuskan menghentikan sementara ekspor batu bara untuk nilai kalori tertentu guna mengamankan pasokan domestik, menyusul seretnya pasokan batu bara ke pembangkit listrik yang memicu pemadaman bergilir di Pulau Jawa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan langkah ini diambil atas arahan Presiden untuk mencegah terulangnya pemadaman. “Saya 2 minggu terakhir ini sudah jadi Project Manager PLN. Saya sudah ngomong sama Pak Dirut PLN, saya jadi Project Manager kau kalau begini. Nah karena seperti itu, maka atas arahan Bapak Presiden kami tidak pengin kejadian ini terulang lagi,” tegasnya dalam acara CNBC Energy Forum 2026, dikutip Minggu (28/6).

Bahlil menegaskan pasokan batu bara kini sudah aman setelah produsen dilarang mengekspor sementara dan hasilnya dialihkan ke pembangkit yang kekurangan. “Sekarang kan sudah jalan normal ini, dari beberapa yang harus ekspor keluar kita tahan, kebutuhan dalam negeri dulu,” ungkapnya.

Ekspor ditahan untuk mengamankan batu bara dengan nilai kalori yang disyaratkan bagi pembangkit PT PLN (Persero). Hingga saat ini, sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara telah diamankan dari total kebutuhan tahunan 154 juta MT.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan bahwa volume ekspor yang ditahan disesuaikan dengan kebutuhan operasional PLN. Kini kegiatan ekspor telah berjalan normal. “Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Kementerian ESDM sebagai regulator. Seiring dengan membaiknya kondisi pasokan dalam negeri, kegiatan ekspor batubara kini telah berjalan kembali secara normal,” ujarnya.

Untuk memperkuat stabilitas, pengadaan energi primer PLN akan diawasi lebih ketat oleh tim yang terdiri dari BPKP, Inspektorat Jenderal ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, serta PLN.

Dua Pembangkit Listrik Shutdown

PLN sebelumnya mengungkapkan bahwa pemadaman bergilir di Jawa tidak hanya dipicu kendala pasokan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal), tetapi juga gangguan teknis dua pembangkit listrik berkapasitas besar milik independent power producer (IPP). Gangguan ini membuat pasokan listrik ke sistem Jawa tertekan di tengah ketatnya pasokan batu bara.

Kabar terakhir, satu dari dua pembangkit yang bermasalah telah pulih dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengidentifikasi dua PLTU yang bermasalah, yakni PLTU Cilacap unit 1 dan 4. “PLTU itu PLTU Cilacap 1 sama 4, Insyaallah udah enggak ada masalah kira-kira,” ungkapnya.

Tri menjelaskan permasalahan kedua PLTU hanya terkait perawatan. Pemerintah melakukan pengawasan pasokan batu bara, namun kontrak tetap menjadi kewenangan masing-masing pembangkit. “Monitoring kita ada, tapi kontraknya terhadap yang kontraknya kan kita belum tahu. Tapi sekarang udah ada inilah, mudah-mudahan udah ada perbaikan. Tata kelolanya udah mulai perbaikan dari PLN,” jelasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags