Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Uni Eropa yang Berlakukan Pajak Digital

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:18 WIB
Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Uni Eropa yang Berlakukan Pajak Digital

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 100 persen terhadap negara-negara Uni Eropa yang menerapkan pajak layanan digital. Ancaman itu sekaligus membatalkan kesepakatan dagang yang telah disepakati sebelumnya.

Tarif terbaru ini akan mengesampingkan seluruh perjanjian perdagangan yang telah dibuat dengan negara terkait, baik yang sudah berlaku, telah ditandatangani, maupun yang masih dalam proses.

"Negara mana pun yang memberlakukan pajak tersebut akan langsung dikenai tarif 100 persen atas seluruh barang yang dikirim ke Amerika Serikat," kata Trump, Sabtu (27/6).

Ancaman itu diutarakan Trump sehari setelah negara-negara Uni Eropa menyetujui perjanjian dagang yang dinegosiasikan dengan AS pada tahun lalu, soal pembatasan tarif impor produk Eropa ke AS maksimal sebesar 15 persen.

Juru Bicara Komisi Eropa mengatakan Uni Eropa akan merespons ancaman tersebut secara cepat dan tegas guna melindungi hak-haknya serta otonomi dalam menetapkan regulasi.

Trump beberapa kali ingin menghapus berbagai hambatan perdagangan non-tarif. Ia menyoroti regulasi ketat Uni Eropa di bidang teknologi dan lingkungan.

Hal ini dikarenakan banyak perusahaan teknologi raksasa berbasis di Amerika Serikat, sehingga Trump menilai penerapan pajak layanan digital menjadi hambatan bagi ekspor dan kepentingan bisnis perusahaan-perusahaan AS.

Awal bulan ini, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100 persen terhadap produk anggur dan sampanye asal Prancis apabila Paris tidak mencabut pajak layanan digital yang dikenakan kepada perusahaan teknologi.

Prancis mulai menerapkan pajak layanan digital sebesar 3 persen pada 2019 terhadap pendapatan yang diperoleh perusahaan teknologi di wilayahnya, termasuk raksasa teknologi asal AS seperti Facebook, Amazon, Apple, dan Alphabet, induk perusahaan Google.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags