Pemerintah Pastikan Dua Pabrik Otomotif Jepang di Jatim Tunda Relokasi ke Vietnam, 7.000 Buruh Terancam PHK

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:40 WIB
Pemerintah Pastikan Dua Pabrik Otomotif Jepang di Jatim Tunda Relokasi ke Vietnam, 7.000 Buruh Terancam PHK

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal membayangi sekitar 7.000 buruh di dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang berlokasi di Jawa Timur. Rencana kedua perusahaan untuk memindahkan basis produksi ke Vietnam menjadi pemicu utama situasi ini. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa potensi PHK tersebut sangat mungkin terjadi jika tidak ada intervensi dari berbagai pihak.

"(Potensi) PHK juga terjadi kemungkinan besar di dua perusahaan otomotif di Jawa Timur," kata Said Iqbal ditemui usai pembukaan Rakernas KSPI di Hotel Arcici, Jakarta Pusat.

Said Iqbal mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia berharap ada jalan keluar yang bisa ditemukan. Dari komunikasi yang terjalin, Dasco berencana memanggil pihak pemerintah dan perwakilan kedua perusahaan untuk membahas kasus ini secara langsung.

"Tadi saya bisik dengan Bang Dasco, mohon kami dibantu bertemu dengan Menteri Perindustrian minggu depan. Akan diatur bertemu dengan Menteri Perindustrian, dipanggil pengusahanya, dipanggil serikat buruhnya," ujarnya.

Meski demikian, Said Iqbal belum menyebutkan identitas kedua perusahaan tersebut. Ia hanya memberikan inisial PT J dan PT S. Menurutnya, perusahaan masih dalam proses negosiasi dengan para pekerjanya yang sudah berlangsung hampir setahun. "Jadi untuk dua perusahaan saya kasih inisialnya PT J dan PT S. Kenapa saya belum sebut? Karena perusahaan itu kan masih negosiasi dengan serikat pekerjanya. Sudah hampir setahun negosiasi itu," ungkapnya.

Presiden KSPI ini menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memfasilitasi dialog antara perusahaan dan pekerja. Apalagi, keputusan relokasi ini merupakan bagian dari rencana perusahaan pusat yang berada di Jepang. Ia juga merinci potensi jumlah PHK di masing-masing pabrik. Untuk PT J, dari informasi yang diterimanya, sekitar 4.000 dari 7.000 karyawan terancam kehilangan pekerjaan. Sementara itu, kondisi di PT S disebut lebih parah. "Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4.000, bahkan lebih parah lagi 3.000 omong-omongnya (yang berpotensi di PHK)," pungkasnya.

Di tengah kekhawatiran itu, muncul kabar baik. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa kedua pabrik komponen otomotif tersebut untuk sementara waktu menunda rencana pemindahan basis produksi ke Vietnam. "Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan, bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda. Artinya tidak terjadi pemindahan ke Vietnam," kata Mensesneg.

Prasetyo yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Mitigasi PHK menyatakan bahwa persoalan ini menjadi salah satu tugas pihaknya untuk mencari jalan keluar agar tidak terjadi PHK massal. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk memindahkan produksi berasal dari investor atau principal perusahaan. "Karena dua perusahaan otomotif itu (berencana) berpindah oleh karena principal atau investornya yang memutuskan ingin mengurangi atau ingin memindahkan investasinya," ujarnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags