DPUM Nilai Wajar Saham Rp212, Siapkan Capex Rp100 Miliar untuk Genjot Pendapatan

- Jumat, 26 Juni 2026 | 03:35 WIB
DPUM Nilai Wajar Saham Rp212, Siapkan Capex Rp100 Miliar untuk Genjot Pendapatan

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menetapkan nilai wajar sahamnya di level Rp212 per lembar. Angka ini lahir dari estimasi nilai ekuitas perusahaan yang mencapai Rp886,7 miliar dan menjadi pijakan utama manajemen untuk mendorong pertumbuhan pendapatan hingga akhir 2026.

Presiden Direktur DPUM, Bambang Panca Putra, menjelaskan bahwa valuasi tersebut diperoleh melalui kombinasi beberapa metode penilaian internal yang komprehensif. "Atau setara dengan nilai wajar sekitar Rp212 per saham, di mana estimasi nilai ekuitas tersebut kami peroleh berdasarkan metode DCF, income approach dan market approach," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Untuk mengejar target omzet sebesar Rp1,6 triliun, perseroan telah menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp100 miliar. Dana ini akan difokuskan pada modernisasi pabrik dan penguatan fasilitas cold storage demi menjaga kualitas produk tetap prima. "Sepanjang tahun 2026 ini itu kami akan berencana belanja capex sebesar Rp100 miliar sampai dengan akhir tahun 2026 dengan penambahan dan modernisasi proses produksi," kata dia.

Manajemen DPUM menyusun strategi pendanaan yang terukur untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yakni melalui kombinasi rights issue dan penerbitan surat utang. Skema ini dipilih agar ketersediaan modal tetap terjamin sekaligus fleksibilitas arus kas perusahaan terjaga. "Strategi pendanaan tersebut dirancang untuk menjaga fleksibilitas keuangan perseroan sekaligus memastikan ketersediaan dana yang memadai guna untuk mendukung rencana ekspansi dan pertumbuhan usaha," ujar dia.

Selain ekspansi fisik, perseroan juga membidik perbaikan profitabilitas secara berkelanjutan. DPUM memproyeksikan EBITDA sebesar Rp84,3 miliar dengan margin 5 persen. Target ini akan dikejar melalui optimalisasi penjualan ekspor serta peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.