IHSG Diprediksi Melemah di Pekan Perdagangan Pendek, Tersandera Sentimen Royalti Logam dan MSCI

- Senin, 11 Mei 2026 | 07:15 WIB
IHSG Diprediksi Melemah di Pekan Perdagangan Pendek, Tersandera Sentimen Royalti Logam dan MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada pekan ini, seiring dengan jadwal perdagangan yang lebih pendek akibat libur panjang. Pasar hanya akan beroperasi selama tiga hari, yakni pada 10 hingga 13 Mei, sehingga aktivitas transaksi diperkirakan berlangsung terbatas.

Dalam rentang waktu yang singkat itu, sejumlah agenda dan sentimen penting membayangi pergerakan indeks. Salah satu yang paling dinanti adalah pengumuman hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Keputusan tersebut kerap menjadi katalis yang memengaruhi aliran modal asing di pasar saham domestik.

Di sisi lain, sentimen negatif juga menekan pasar, terutama dari rencana pemerintah menaikkan tarif royalti progresif untuk sejumlah komoditas logam. Kebijakan ini mencakup nikel, tembaga, emas, perak, dan timah, yang digagas dalam rangka meningkatkan pendapatan negara. Respons pasar terhadap wacana tersebut langsung terlihat pada akhir pekan lalu. IHSG tercatat ambles hingga 2,86 persen dan ditutup di level 6.969 pada Jumat (8/5/2026).

“Pelemahan indeks disebabkan oleh sejumlah faktor negatif, di antaranya koreksi indeks di bursa global akibat memanasnya konflik AS-Iran, serta adanya usulan royalti sejumlah komoditas logam,” demikian analisis dari Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Selain pengumuman MSCI, pekan ini juga akan diwarnai rilis data ekonomi domestik, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), data penjualan ritel, serta angka penjualan sepeda motor bulanan. Seluruh data tersebut berpotensi menjadi pemicu pergerakan harga saham di tengah volume perdagangan yang tipis.

“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.850 hingga 7.100 di tengah perdagangan yang pendek pekan ini menjelang long weekend,” tulis Phintraco Sekuritas dalam laporan yang sama.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar