Alvaro Arbeloa menyatakan kesiapannya menerima keputusan apa pun dari manajemen Real Madrid setelah klub kembali gagal mengamankan trofi pada musim ini. Pelatih asal Spanyol itu juga mengambil tanggung jawab penuh atas serangkaian hasil buruk yang dialami timnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Arbeloa menyusul kekalahan krusial yang semakin mempersempit peluang Madrid meraih gelar. Ia menilai laga itu menjadi titik paling menentukan dalam perjalanan tim musim ini.
Dalam kesempatan yang sama, Arbeloa menyoroti kartu kuning kedua yang diterima Eduardo Camavinga karena dianggap membuang waktu. Menurutnya, keputusan wasit tersebut tidak adil dan berdampak signifikan terhadap jalannya pertandingan.
Meskipun kecewa, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilainya telah berjuang maksimal di lapangan.
“Saya adalah orang yang bertanggung jawab atas kekalahan ini dan saya akan selalu menerima konsekuensi dari hal tersebut,” ujar Arbeloa.
“Saya sangat bangga kepada para pemain. Ini adalah Real Madrid. LaLiga sangat sulit. Kami harus terus berjuang sampai pertandingan terakhir. Kami punya lambang klub yang harus dibela,” sambungnya.
Pelatih berusia 40 tahun itu mengaku sangat terpukul dengan hasil yang diraih timnya. Ia menyebut kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi seluruh skuad.
“Kami merasa sangat kecewa, sangat marah, sangat terpukul. Ini terasa seperti pertandingan yang menentukan musim kami,” kata Arbeloa.
Di sisi lain, Arbeloa juga berbicara terbuka mengenai masa depannya di Santiago Bernabeu. Ia memahami risiko besar yang menyertai jabatan pelatih Real Madrid, terutama setelah klub gagal meraih satu pun trofi musim ini.
Sebelumnya, Manuel Pellegrini dan Zinedine Zidane juga meninggalkan kursi pelatih setelah menjalani musim tanpa gelar bersama Los Blancos. Situasi itu membuat posisi Arbeloa kini berada dalam tekanan besar.
“Saya akan memahami keputusan apa pun yang dibuat klub. Saya adalah orang Real Madrid sepenuhnya. Saya sangat peduli dengan klub ini, para pemain dan para pendukung jauh lebih besar dibanding diri saya sendiri,” ucap Arbeloa.
“Tujuan saya ketika menjadi pelatih tim ini bukan untuk membuktikan kalau saya pelatih hebat, tetapi untuk membantu para pemain dan berada di sisi mereka serta membantu klub. Saya akan melakukan itu sampai hari terakhir saya memimpin tim ini,” lanjutnya.
Arbeloa menegaskan dirinya telah melakukan segala cara untuk membantu Real Madrid meraih kemenangan musim ini. Namun, ia tetap menyerahkan seluruh keputusan kepada manajemen klub.
“Saya merasa sudah melakukan semua yang saya bisa untuk membantu tim ini menang. Saya melakukan semua yang saya mampu setiap hari,” katanya.
“Saya akan menghormati keputusan klub. Tetapi saya tidak memikirkan hal itu sekarang. Itu keputusan klub. Saya adalah orang klub dan yang saya inginkan hanya Madrid menang, siapa pun pelatihnya,” tutur Arbeloa.
Artikel Terkait
PSG Kokoh di Puncak, Satu Poin Lagi Pastikan Gelar Juara Ligue 1
Roma Curi Kemenangan Dramatis 3-2 dari Parma Lewat Dua Gol di Masa Perpanjangan Waktu
Veda Ega Pratama Finis Keempat di Moto3 Prancis, Perpanjang Tren Positif Musim 2026
Persija Kalah 1-2 dari Persib, Pelatih Mauricio Souza Kecewa Meski Timnya Dominan