Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmennya untuk terus memantau pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di seluruh pelosok tanah air. Hal tersebut diungkapkan Gibran saat menghadiri pengajian umum Haul Ke-55 KH Abd. Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.
“Jadi minggu-minggu lalu, kebetulan ini saya ditemani Pak Wakil Gubernur ke pondok juga, ke Tremas Pacitan dan juga Trenggalek, kita ingin memastikan program-program Bapak Presiden itu benar-benar berjalan di daerah,” kata Gibran dalam keterangan pers, Senin, 11 Mei 2026.
Gibran menjelaskan bahwa kunjungannya ke berbagai wilayah di Jawa Timur bertujuan untuk memantau langsung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa Merah Putih. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar manfaat kebijakan tersebut langsung dirasakan masyarakat.
Selain memantau program fisik, Wapres juga meminta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta para kiai pengasuh pondok pesantren untuk ikut mengawal jalannya program pemerintah.
“Saya titip ke Pak Kiai, ada Pak Kapolri, Bu Gubernur, Pak Bupati, Forkopimda yang hadir untuk selalu mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden, MBG, CKG, koperasi desa, Kampung Nelayan dan program-program lainnya. Kita doakan semoga program prioritas dari bapak presiden bisa berjalan dengan baik terutama di Jawa Timur ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran turut menyoroti peran strategis pesantren dalam mencetak generasi penerus yang kompetitif. Ia mengapresiasi kurikulum pesantren yang kini mulai merambah bidang teknologi informasi hingga pertanian. Menurutnya, hal ini sangat relevan dengan visi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.
“Dan karena di sini ada jurusan pertanian, ya ini sejalan juga dengan program prioritas dari Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan,” ucap Gibran.
Wapres memandang Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai contoh sukses lembaga pendidikan yang mampu melahirkan tokoh-tokoh besar nasional. Sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan zaman melalui pembukaan jurusan pendidikan tinggi yang variatif.
Artikel Terkait
Jorge Martin Akhirnya Pecah Telur di MotoGP Prancis 2026, Akhir Penantian 588 Hari
Kemendagri, KPK, dan Kemendikdasmen Luncurkan Buku Pendidikan Antikorupsi untuk PAUD dan SD
Harga Perak Antam Turun Rp250 per Gram, Emas Ikut Melemah
Pengendara Motor Penghalang Ambulans di Depok Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Dua Tahun Penjara