PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp45,4 miliar kepada para pemegang sahamnya. Nilai tersebut setara dengan Rp31 per lembar saham yang akan diterima oleh investor.
Seluruh dana dividen itu diambil dari laba bersih perseroan pada tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp149,4 miliar. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen mencapai sekitar 30 persen dari total laba bersih yang dihasilkan emiten kimia tersebut.
Keputusan pembagian dividen ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Graha Indramas, Jakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam forum tersebut, para pemegang saham menyetujui alokasi dividen serta menyisihkan Rp200 juta sebagai dana cadangan wajib.
Manajemen Lautan Luas menyatakan bahwa sisa saldo laba yang belum dicadangkan, setelah pembayaran dividen final, akan dicatat sebagai laba ditahan untuk tahun buku berikutnya. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.
Meski demikian, besaran dividen per saham (DPS) untuk tahun buku 2025 mengalami penurunan signifikan. Angka Rp31 per saham tersebut turun 31 persen dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang mencapai Rp45 per saham.
Penurunan itu sejalan dengan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun lalu. Lautan Luas membukukan laba bersih Rp149 miliar pada 2025, merosot 33 persen dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp220 miliar.
Adapun jadwal penyaluran dividen telah ditetapkan secara bertahap. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Mei 2026, disusul ex dividen di pasar yang sama pada 20 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berlaku pada 21 Mei 2026, sedangkan ex dividen pada 22 Mei 2026. Pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 29 Mei 2026.
Artikel Terkait
Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,9 Juta per Gram Jika Ketegangan Geopolitik Global Berlanjut
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,839 Juta Per Gram pada 10 Mei 2026
Pekan Depan, Data Inflasi AS hingga Pertemuan Trump-Xi Jadi Penentu Arah Bursa Wall Street
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Analis Rekomendasikan Akumulasi Saham saat Koreksi