Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,839 Juta Per Gram pada 10 Mei 2026

- Minggu, 10 Mei 2026 | 09:40 WIB
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,839 Juta Per Gram pada 10 Mei 2026

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini, Minggu, 10 Mei 2026, dengan posisi stagnan di angka Rp2.839.000 per gram. Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback atau nilai yang diterima masyarakat saat menjual kembali emas batangan tersebut, yang tetap bertahan di level Rp2.644.000 per gram.

Harga tersebut berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Dalam transaksi pembelian emas Antam, pemerintah tidak lagi memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022. Dengan demikian, nilai PPN tidak diperhitungkan dalam grand total pembayaran.

Di sisi lain, pembeli emas batangan tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 Tahun 2023. PT Antam Tbk selaku penjual akan menerbitkan bukti potong PPh 22 untuk setiap transaksi yang dilakukan.

Untuk pecahan terkecil, emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol dengan harga Rp1.469.500. Sementara itu, untuk ukuran 1 gram, harganya mencapai Rp2.839.000. Emas ukuran 2 gram dijual seharga Rp5.618.000, sedangkan ukuran 3 gram dibanderol Rp8.402.000.

Untuk ukuran 5 gram, harganya tercatat Rp13.970.000, dan ukuran 10 gram mencapai Rp27.885.000. Adapun untuk ukuran 25 gram, harga yang ditawarkan sebesar Rp69.587.000, dan ukuran 50 gram dibanderol Rp139.095.000.

Pada ukuran yang lebih besar, emas Antam 100 gram dijual dengan harga Rp278.112.000, sementara ukuran 250 gram mencapai Rp695.015.000. Untuk ukuran 500 gram, harganya tembus Rp1.389.820.000, dan ukuran 1.000 gram atau satu kilogram dibanderol sebesar Rp2.779.600.000.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar