MDS Retailing Cetak Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026, Didorong Lonjakan Penjualan Luar Jawa

- Rabu, 29 April 2026 | 18:15 WIB
MDS Retailing Cetak Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026, Didorong Lonjakan Penjualan Luar Jawa

IDXChannel Tiga bulan pertama tahun ini, PT MDS Retailing Tbk (LPPF) berhasil mencatatkan kinerja yang cukup positif. Momentum Lebaran yang jatuh pada Maret 2026 rupanya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan. Penjualan kotor mereka di kuartal I-2026 mencapai Rp4,64 triliun. Angka ini relatif stabil kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Menariknya, Same-store Sales Growth (SSSG) tumbuh positif 2 persen. Kenaikan di segmen apparel berhasil mengimbangi penurunan yang terjadi di non-apparel. Nah, bicara soal SSSG, daerah luar Jawa jadi bintangnya. Di sana tumbuh 4,6 persen. Jawa di luar Jabodetabek menyusul dengan 0,5 persen. Tapi Jabodetabek? Stagnan. Sekarang, luar Jawa sudah menyumbang 41,6 persen dari total penjualan MDS Retailing. Jawa di luar Jabodetabek 38,4 persen, dan sisanya 20 persen datang dari Jabodetabek. Laba kotor juga naik tipis, 0,6 persen, jadi Rp1,65 triliun. Marginnya sedikit membaik, dari 35,4 persen ke 35,7 persen. Tidak besar, tapi tetap arahnya ke atas. Di sisi lain, perusahaan juga terus menekan efisiensi. Belanja operasional berhasil dipangkas 5,7 persen menjadi Rp739 miliar. Beban karyawan turun 8,4 persen, beban administrasi juga turun 5,4 persen. Meski begitu, beban pemasaran justru naik 1,1 persen. Mungkin mereka agresif pasang iklan? EBITDA naik sekitar 6 persen, jadi Rp916 miliar. Marginnya meningkat dari 18,6 persen ke 19,8 persen. Alhasil, laba bersih tercatat Rp692 miliar tumbuh 8 persen secara tahunan dengan margin 14,9 persen. Yang juga patut dicatat, posisi keuangan MDS Retailing cukup solid. Per akhir Maret 2026, kas dan setara kas mereka mencapai Rp2,51 triliun. Melonjak tajam dibanding akhir 2025 yang hanya Rp448 miliar. Menariknya lagi, perusahaan ini tidak punya utang bank sama sekali. Tapi mereka tetap punya fasilitas pinjaman senilai Rp1,7 triliun yang bisa ditarik kapan saja. Semacam jaring pengaman, mungkin. (Rahmat Fiansyah)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar