JAKARTA – Ada kabar baru soal bansos. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako kini bakal bergabung ke dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, atau disingkat KDKMP. Langkah ini muncul setelah Kementerian Sosial makin erat menggandeng PT Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah, lewat kebijakan ini, ingin bansos tidak cuma sekadar bantuan tapi jadi alat buat menggerakkan ekonomi di desa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, bilang kerja sama ini sebenarnya tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Isinya? Penerima bansos didorong supaya aktif dalam kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa dan kelurahan. “Ini kali kedua saya bertemu Dirut Agrinas, dalam rangka menindaklanjuti Inpres Nomor 9 Tahun 2025,” ujar Gus Ipul, ditemani Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, di kantor Agrinas Pangan Nusantara, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026). Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto memang jelas: perkuat pemberdayaan sosial. Koperasi, kata dia, diharapkan jadi motor penggerak ekonomi lokal di desa-desa. “Intinya bagaimana koperasi menjadi bagian dari program pemberdayaan sosial sebagaimana diharapkan Bapak Presiden Prabowo. Ini momentum bagi kita, bagaimana masyarakat desa lebih berdaya, uangnya berputar di desa, dan mendapatkan harga yang terbaik,” jelas Gus Ipul. Dia menambahkan, dengan jadi anggota KDKMP, penerima bansos bisa didorong jadi pelaku ekonomi. Bukan cuma itu keluarga penerima manfaat (KPM) yang bekerja di koperasi juga bisa buka lapangan kerja baru. Harapannya, bansos jadi jembatan menuju kemandirian. Gus Ipul kasih ilustrasi: kalau satu KDKMP menyerap 17 tenaga kerja, maka 10 ribu koperasi bisa menyerap 170 ribu tenaga kerja. Artinya, sebanyak 170 ribu KPM atau masyarakat miskin punya peluang mandiri dan lepas dari bantuan sosial. “Itu kalau 10 ribu, padahal ini akan 50 ribu, (hingga) 80 ribu. Istimewa banget, tinggal mengalikan saja. Ini adalah massif job creation berbasis desa, luar biasa,” katanya. Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa, menegaskan KDKMP dibangun negara untuk rakyat. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, koperasi ini tidak bakal membebani masyarakat. “Seluruh warga negara tidak perlu membayar iuran dan tidak perlu membuat simpan-pinjam yang harus setiap bulan dipotong atau ditaruh di gerai-gerai. Tetapi negara yang menyediakan, menyuplai, dan rakyat tinggal mengelola bersama-sama dengan Agrinas,” jelas Joao.
Artikel Terkait
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS
Tiga Direksi PT Prime Agri Resources Tbk Serahkan Pengunduran Diri, Keputusan Ditentukan Lewat RUPS