IDXChannel – Harga emas dunia ambles ke titik terendah dalam hampir satu bulan penuh pada Selasa (28/4/2026). Penyebabnya? Kekhawatiran inflasi yang masih saja menghantui. Apalagi setelah Presiden AS, Donald Trump, secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak puasnya terhadap proposal terbaru dari Iran soal gencatan senjata. Di sisi lain, para pelaku pasar juga sedang menunggu-nunggu hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini. Semua mata tertuju ke sana. Emas spot sendiri merosot tajam 1,82 persen tepatnya menjadi USD4.596,80 per troy ons. Angka ini sempat menyentuh level yang belum pernah terlihat sejak 2 April lalu. Menurut Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus analis senior logam di Zaner Metals, sentimen negatif mulai kembali mengemuka. Terutama soal prospek perdamaian di Timur Tengah yang kembali suram. “Pemerintahan Trump menolak tawaran terbaru Iran. Akibatnya, Selat Hormuz masih tetap tertutup,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi ini mendorong harga minyak naik. Dan kenaikan itu, pada gilirannya, kembali memicu kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan FOMC pekan ini. Tekanan terhadap emas pun semakin kuat, hingga akhirnya menyentuh level terendah dalam empat pekan. Seorang pejabat AS bahkan mengonfirmasi bahwa Trump tidak puas dengan proposal Iran untuk menyelesaikan konflik. Harapan akan tercapainya perdamaian pun meredup. Konflik ini sendiri sudah cukup lama mengganggu pasokan energi, memicu lonjakan inflasi, dan yang paling menyedihkan menyebabkan ribuan korban jiwa. Harga minyak global ikut menguat. Penyebabnya, upaya mengakhiri perang dengan Iran menemui jalan buntu. Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital, sebagian besar masih tertutup. Pasokan dari Timur Tengah pun tersendat. Belum lagi kabar bahwa Uni Emirat Arab mengumumkan akan keluar dari OPEC dan OPEC . Kenaikan harga minyak mentah ini jelas memperbesar tekanan inflasi. Dan dengan begitu, peluang suku bunga tetap tinggi semakin besar. Meskipun emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi justru membuatnya kurang menarik. Soalnya, emas tidak memberikan imbal hasil apa pun. Para investor memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga dalam pertemuan dua hari yang berakhir besok, Rabu. Mereka juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell. Tak hanya The Fed, keputusan bank sentral lain juga ikut disorot. Sebut saja Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Canada. Semua sedang dalam pengawasan. Dari sisi permintaan, China konsumen emas terbesar di dunia mencatatkan impor bersih sebesar 47.866 metrik ton pada Maret dari Hong Kong. Angka ini naik dibandingkan Februari yang sebesar 46.249 ton, menurut data dari Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong. Untuk logam mulia lainnya, perak spot turun 2,7 persen menjadi USD73,43 per ons. Platinum melemah 1,5 persen ke USD1.953,32. Sementara paladium turun 0,8 persen menjadi USD1.465,42 per ons. (Aldo Fernando)
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS
Tiga Direksi PT Prime Agri Resources Tbk Serahkan Pengunduran Diri, Keputusan Ditentukan Lewat RUPS