KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas

- Selasa, 28 April 2026 | 07:35 WIB
KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI memutuskan untuk menutup sementara layanan commuter line di Stasiun Bekasi Timur. Keputusan ini diambil setelah kecelakaan yang melibatkan rangkaian KRL dengan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, Senin malam, 27 April 2026.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa untuk sementara, layanan KRL hanya akan beroperasi hingga Stasiun Bekasi saja. Artinya, tidak ada perjalanan lanjutan ke arah Cikarang.

“Sampai waktu nanti kita tentukan, stasiun Bekasi Timur akan kita tutup sementara untuk Commuter Line. Jadi, layanan itu hanya sampai di Bekasi saja. (Sampai stasiun Cikarang) tidak ada, kita tutup dulu,” ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan di lokasi masih terus berlangsung. KAI mengaku sedang berupaya keras mempercepat penanganan agar perjalanan bisa kembali normal secara bertahap tapi tetap dengan mengutamakan keselamatan.

KAI juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak. Mereka paham betul kegelisahan para pelanggan yang menunggu kabar di tengah situasi yang tidak mudah ini.

Sejak awal kejadian, semua upaya difokuskan pada penanganan korban. Prioritas utama adalah keselamatan dan kondisi setiap penumpang. Di saat yang sama, mereka juga memastikan proses evakuasi berjalan secepat mungkin.

Kabar baiknya, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Namun begitu, korban tewas akibat tabrakan ini bertambah menjadi enam orang. Semua korban meninggal adalah penumpang KRL commuter line. Kejadian ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.

“Penumpang KRL tercatat 6 orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya.

KAI memastikan seluruh korban dalam insiden ini mendapatkan penanganan maksimal. PT KAI bersama pihak asuransi akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka dan biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia.

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Biaya pengobatan bagi korban luka dan biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh KAI dan asuransi,” ujar Anne.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar