murianetwork.com – Salah satu produsen nikel utama di Indonesia, yakni Harita Nickel atau PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mencatat kenaikan pendapatan yang signifikan sepanjang kuartal III tahun 2023.
Sebelumnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) merupakan bagian dari Harita Group milik salah satu orang terkaya di RI, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono.
Perseroan ini didirikan pertama kali pada September 2004 di Jakarta dan memperoleh pengesahan dari Menkumham pada Agustus 2007.
Perusahaan ini mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2023 lalu dengan penawaran awal berada di kisaran 1.220 hingga 1.250 atau Rp122.000 hingga Rp125.000 per lot.
Adapun jumlah saham yang ditawarkan ke publik adalah sebesar 12,09 miliar atau setara dengan 18% keseluruhan salam perseroan.
Saat ini, kepemilikan saham terbesar dari perusahaan ini dipegang oleh PT Harita Jayaraya sebesar 86,46%, PT Cita Duta Jaya Makmur sebesar 0,87%, dan Masyarakat/lainnya sebesar 12,67%.
Setelah mencatatkan namanya di BEI, PT Trimegah Bangun Persada tercatat mengalami kenaikan penghasilan yang signifikan.
Dilansir dari laporan keuangan NCKL yang diterbitkan BEI, per September 2023, pendapatan emiten milik Harita Group ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 135,12%.
Pada tahun 2022, penghasilan dari PT Trimegah Bangun Persada ini berada di angka Rp7.357.964.361.459 atau sekitar Rp7,36 triliun.
Kemudian, per 30 September 2023, pendapatannya naik menjadi Rp17.299.778.186.842 atau sekitar Rp17,3 triliun.
Sumber dari pendapatan emiten milik Harita Group di dua tahun tersebut diperoleh dari pengolahan nikel dan penambangan nikel yang masing-masing mengalami kenaikan yang berbeda.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: innalar.com
Artikel Terkait
MNC Digital Entertainment Ajukan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong
KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness
Wall Street Lesu di Awal Pekan, Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran hingga Keputusan Suku Bunga The Fed