Strategi ini bukan tanpa alasan. Faktanya, dana masyarakat Indonesia masih banyak mengendap di bank, terutama dalam bentuk tabungan dan deposito. Mirae Asset melihat peluang besar di sini. Mereka ingin mengambil peran lebih signifikan dalam mengelola dana-dana tersebut, tentu saja dengan menawarkan pilihan investasi yang lebih beragam dan dinamis.
Tak berhenti di situ, perusahaan juga sedang mengembangkan produk-produk lain. Exchange Traded Fund (ETF) salah satunya. Meski pasar ETF di tanah air masih terbilang baru, potensi pertumbuhannya dinilai sangat menjanjikan.
Di sisi lain, langkah transformasi ini sejalan dengan strategi global Mirae Asset Group. Di beberapa negara seperti India dan Vietnam, fokus bisnis memang mulai bergeser ke model ritel dan digital. Sementara untuk pasar yang sudah mapan seperti Hong Kong dan Singapura, segmen institusi tetap menjadi andalan.
Dengan pengalaman global dan semangat manajemen baru, optimisme Mirae Asset cukup tinggi. Mereka yakin bisa memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan perannya sebagai penyedia solusi investasi yang komprehensif di Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
Avia Avian Bidik Kepemilikan Lebih Besar di Dextone Lemindo
Lippo Karawaci Siapkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham
Rupiah Melemah ke Rp17.127, Tekanan dari Ketegangan AS-Iran dan Sikap Hati-hati Pelaku Usaha
IHSG Melonjak 2,14% Didorong Aksi Beli Luas di Sesi I