Kalau dilihat dari proyeksi keuangannya, kebutuhan modal kerja dari tahun ke tahun terlihat naik perlahan. Mulai dari Rp201,68 juta di 2026, diproyeksikan bakal merangkak hingga mencapai Rp550,24 juta pada 2032. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perusahaan memperhitungkan pertumbuhan bisnis barunya secara bertahap.
Selama ini, RGAS sudah berkutat di perdagangan besar mesin dan peralatan, plus jasa instalasi untuk sektor mekanikal dan migas. Dengan menambah bidang usaha baru yang tercatat dalam KBLI 46739 ini, mereka berharap bisa lebih kompetitif. Terutama dalam mendukung proyek-proyek di sektor minyak dan gas yang memang menjadi basis mereka.
Jadi, langkah ini bukan sekadar diversifikasi biasa. Tapi lebih pada upaya memperkuat posisi di lini bisnis yang masih berhubungan erat dengan core business mereka saat ini.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo