Secara historis, pasar selalu memberi premium untuk kualitas BBCA. Saham blue chip super ini biasanya nyaman di level Price to Book Value (PBV) 4x sampai 5x. Namun, kepanikan global dan rotasi sektor memaksa harganya turun drastis. Rendy menyebut fenomena ini sebagai sinyal beli, semacam 'bom waktu capital gain' yang siap meledak.
Proyeksinya, begitu kepanikan mereda, harga BBCA tidak akan merangkak, tapi berlari kencang menuju normalisasi valuasi di PBV 4x. Potensi capital gain-nya bisa sangat masif bagi yang berani ambil posisi di harga rendah sekarang.
Rendy pun mengingatkan para investor untuk menanti rilis kinerja kuartal I-2026 yang akan segera keluar. Dengan efisiensi dan penyaluran kredit yang masih melesat, laporan itu diprediksi akan kembali menampilkan laba jumbo yang menyilaukan.
Jadi, di tengah grafik yang merah, analis justru melihat cahaya terang. Semuanya sekarang tergantung pada kesabaran dan timing.
Artikel Terkait
Saham Konglomerasi Bangkit, Pasar Masih Waspada Menunggu Keputusan MSCI
Cimory Bagikan Dividen Final Rp793 Miliar, Total Capai Rp1,59 Triliun
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun