KPIG Catat Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2025, Didorong Lido City dan Sektor Perhotelan

- Rabu, 01 April 2026 | 09:00 WIB
KPIG Catat Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2025, Didorong Lido City dan Sektor Perhotelan

Di Lido City, mereka berencana membuka Hyatt Regency Lido Resort (Tower Wing) untuk memperkuat pendapatan dari sektor hospitality, F&B, dan event.

Tak hanya itu, renovasi menyeluruh untuk bagian Lake Wing yang dulu dikenal sebagai Lido Lake Resort juga akan dilanjutkan.

Mereka juga punya rencana seru: mengembangkan area family park di Lido Adventure Park. Tujuannya jelas, ingin menghadirkan destinasi outbound terintegrasi untuk keluarga.

Target besar lainnya adalah menyelesaikan Clubhouse Tahap 1 yang dilengkapi fasilitas kelas dunia. Proyek ini diproyeksikan menjadi katalis pendapatan yang signifikan bagi perusahaan.

Perseroan bahkan akan meluncurkan kawasan hunian mewah baru, Lido Hill, yang merupakan bagian dari Trump Residences dengan 216 unit. Peluncuran Private Clubhouses Tahap 2 yang eksklusif, dengan 23 unit yang hanya berjarak beberapa langkah dari lapangan golf, juga masuk dalam agenda.

Jangan lupakan Amusement Park. Ini adalah theme park Tahap 1 yang dilengkapi area Retail, Dining & Entertainment seluas 6,6 hektare.

Di luar Lido City, ekspansi juga terus berjalan. Park Hyatt Jakarta akan menambah fasilitas F&B dengan konsep kuliner baru untuk segmen gaya hidup mewah.

Oakwood Hotel Surabaya akan diperluas, termasuk penambahan fasilitas MICE dan F&B. KPIG juga mengembangkan Trump International Resort Bali, proyek resort mewah seluas lebih dari 100 hektare di Tanah Lot.

Renovasi tahap akhir The Westin Resort Nusa Dua Bali pun akan diselesaikan, untuk semakin mengokohkan posisinya di pasar hotel premium, khususnya untuk keluarga dan acara-acara besar.

Dan yang cukup ambisius, sebagai bagian dari strategi jangka panjang, KPIG membuka potensi untuk pencatatan saham di bursa internasional. Langkah ini bertujuan memperluas akses pendanaan global sekaligus meningkatkan visibilitas mereka di mata dunia.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar