WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar dari Laba Bersih Rp142,5 Miliar

- Senin, 30 Maret 2026 | 22:00 WIB
WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar dari Laba Bersih Rp142,5 Miliar

WOM Finance resmi akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil usai perusahaan pembiayaan itu membukukan laba bersih yang cukup solid pada tahun buku 2025. Intinya, ini adalah wujud komitmen mereka untuk memberikan nilai tambah.

Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar Senin (30/3/2026) lah yang akhirnya memutuskan hal tersebut. Tak cuma soal dividen, dalam pertemuan itu juga dibahas laporan kinerja keuangan serta ada perubahan dalam struktur kepengurusan perusahaan.

Nah, untuk jumlahnya sendiri, dividen yang bakal dibagikan mencapai Rp46 miliar. Angka itu setara dengan Rp12,28 per lembar saham. Sumbernya dari laba bersih perseroan yang tahun lalu tercatat sebesar Rp142,5 miliar. Sisa laba, sekitar Rp97 miliar, akan ditahan perusahaan.

Kapan pembayarannya? Rencananya, dividen tunai ini akan cair pada 4 Mei 2026 mendatang. Tapi ingat, hanya pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 10 April 2026 yang berhak menerimanya.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari dukungan semua pemangku kepentingan di tengah pasar yang dinamis dan kompetitif.

“Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, Perseroan berhasil membukukan kinerja yang solid dan secara konsisten membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham,” ujar Djaja dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, memaparkan beberapa capaian operasional. Hingga akhir Desember 2025, penyaluran pembiayaan baru mereka tumbuh 9,35 persen menjadi Rp5,94 triliun. Pertumbuhan ini mendongkrak total aset perusahaan naik 6,08 persen ke level Rp7,37 triliun.

Soal profitabilitas, angka Rp142,55 miliar tadi memang jadi bukti. Yang menarik, meski ekspansif, WOM Finance klaim tetap menjaga kualitas kreditnya. Rasio NPF gross mereka bertengger di level 2,17 persen, angka yang terbilang terjaga.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar