Setelah dipotong beban pajak penghasilan sebesar Rp56,24 miliar, tersisa laba tahun berjalan sebesar Rp163,95 miliar. Jumlah yang sama juga diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Lalu bagaimana dengan kondisi neracanya? Secara keseluruhan, posisi keuangan DVLA tampak menguat. Total aset per akhir Desember 2025 tercatat Rp2,35 triliun, naik 8,7% dari tahun sebelumnya.
Ekuitas pemilik juga bertambah 2,1% menjadi Rp1,48 triliun. Namun begitu, ada hal yang perlu dicermati. Total liabilitas atau kewajiban perusahaan justru melonjak cukup tinggi, 22,2% menjadi Rp870,44 miliar. Mayoritas dari kewajiban ini bersifat jangka pendek, yakni Rp679,93 miliar.
Di sisi likuiditas, tampaknya ada sedikit pengetatan. Kas dan setara kas yang dimiliki perseroan per akhir tahun tercatat Rp341,56 miliar. Jumlah ini turun 4,5% dibandingkan posisi akhir 2024.
Secara garis besar, tahun 2025 menjadi tahun pertumbuhan bagi DVLA. Meski ada tekanan pada liabilitas dan kas, perusahaan yang dikendalikan Blue Sphere Singapore Pte Ltd ini berhasil menjaga profitabilitasnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil