Di tengah semua itu, capaian arus kas bebas positif USD8 juta patut diacungi jempol. Ini balik dari kondisi negatif USD60 juta di 2024. Belanja modal pun terkendali di USD179 juta, fokus pada pemeliharaan dan pertumbuhan.
Perbaikan operasional memang terasa. Di BUMA Indonesia, overburden removal naik dari 76 MBCM di kuartal I menjadi 79 MBCM di kuartal IV. Jam kerja alat bertambah, downtime berkurang drastis, dan cycle time membaik. Efeknya, biaya per unit turun dari USD2,22/BCM menjadi USD1,83/BCM. Perbaikan bertahap ini tercermin dari EBITDA yang melonjak dari USD14 juta di kuartal I menjadi USD48 juta di kuartal IV.
Soal pendanaan, BUMA cukup aktif. Mereka mendapat tambahan dukungan dari PT Bank Central Asia Tbk dalam fasilitas sindikasi USD1 miliar. Juga menerbitkan Sukuk Ijarah Rp2 triliun dan Obligasi senilai Rp884 miliar. Yang menarik, mereka bahkan melunasi lebih awal Senior Notes senilai USD212 juta. Langkah-langkah ini jelas memperkuat posisi keuangan mereka.
Di sisi kontrak, ada beberapa pencapaian penting. BUMA Australia berhasil perpanjang kontrak di Blackwater Mine hingga 2030 dan di Goonyella Riverside Mine hingga 2027. Tak lama setelah tutup buku, BUMA juga mengamankan kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia di Tambang Tutupan Selatan hingga Desember 2030. Ini memperpanjang kemitraan yang sudah terjalin lebih dari dua dekade.
Strategi diversifikasi juga terus berjalan. Grup punya kepemilikan 22,60% di 29Metals, perusahaan tambang tembaga di Australia. Lalu ada Atlantic Carbon Group di AS, yang kinerjanya semakin stabil. Mereka juga memegang 44,15% saham di Asiamet Resources, pemilik proyek tembaga BKM di Indonesia.
Menutup pembahasan, Iwan Fuad Salim menyampaikan optimisme sekaligus fokus ke depan.
Jadi, begitulah. Setelah melalui tahun yang penuh tantangan, BUMA berusaha bangkit dengan fondasi yang diperbaiki. Langkah selanjutnya adalah membuktikan bahwa pemulihan ini bisa berlanjut menjadi kinerja yang solid dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Alfamart Catat Laba Bersih Rp3,41 Triliun di 2025 Didorong Ekspansi Luar Jawa
Laba Bersih DEWA Melonjak 7.690% Didorong Akuisisi dan Efisiensi
Analis Peringatkan Rupiah Berpotensi Tembus Rp20.000 per Dolar AS dalam 3-6 Bulan
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk Impor China di E-Commerce