Laba Bersih DEWA Melonjak 7.690% Didorong Akuisisi dan Efisiensi

- Minggu, 29 Maret 2026 | 10:40 WIB
Laba Bersih DEWA Melonjak 7.690% Didorong Akuisisi dan Efisiensi

Kinerja PT Darma Henwa Tbk (DEWA) di sepanjang 2025 benar-benar luar biasa. Bayangkan saja, perusahaan ini membukukan laba bersih hingga Rp4,3 triliun. Angka yang fantastis itu.

Kalau dibandingin sama tahun sebelumnya, yang cuma Rp55,2 miliar, kenaikannya nggak main-main. Bisa dibilang melonjak sekitar 77 kali lipat, atau kalau dalam persentase ya 7.690 persen. Gila juga, ya.

Laporan keuangan yang dirilis Kamis (26/3/2026) itu nunjukkin hal lain. Pendapatannya naik tipis, 5,97 persen, jadi Rp6,39 triliun dari sebelumnya Rp6,03 triliun. Tapi yang menarik justru di bagian efisiensinya.

Perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan. Turun dari Rp5,59 triliun jadi Rp5,43 triliun. Nah, dari sini lah laba brutonya terdongkrak hampir dua kali lipat, mencapai Rp962 miliar. Marginnya pun sehat, di angka 15,1 persen.

Lalu, bagaimana kondisi neracanya? Ternyata juga ikut menguat. Total aset DEWA melesat signifikan ke Rp16,73 triliun per akhir 2025. Padahal setahun sebelumnya masih di Rp8,5 triliun. Di sisi lain, liabilitas tercatat Rp8,1 triliun, sementara ekuitasnya naik jadi Rp8,5 triliun.

Menurut riset Stockbit, ada satu faktor kunci di balik lonjakan laba yang dramatis ini. Rupanya, pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) senilai Rp4,5 triliun punya peran besar.

Pendapatan non-operasional itu cukup untuk menutupi beberapa kerugian yang muncul di tahun yang sama. Mulai dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya kendali atas entitas anak, sampai penjualan aset tetap. Totalnya mencapai Rp724 miliar.

Meski begitu, jangan salah. Secara operasional, kinerja inti DEWA juga membaik. Core profit-nya naik 59 persen, menjadi Rp910 miliar. Artinya, bisnis utamanya tetap solid.

Ke depannya, prospek perusahaan ini masih cerah. Salah satu pendorongnya adalah potensi tambahan volume kontrak sekitar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Belum lama ini, DEWA juga mengumumkan rencana strategis. Mereka akan mempercepat pengambilalihan pekerjaan secara in-house di proyek Bengalon KPC, mulai April 2026. Langkah ini diambil demi efisiensi dan peningkatan kinerja operasional ke depan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar