Di sisi lain, kondisi likuiditas perusahaan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Posisi kas dan setara kas melonjak drastis 113,3 persen, menjadi Rp771,39 miliar per akhir Desember 2025.
Lonjakan ini tentu ada penyebabnya. Paradise Indonesia melakukan sejumlah langkah strategis, seperti menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar. Arus kas juga mengalir dari kehadiran mitra strategis di salah satu aset mereka. Langkah-langkah ini bukan hanya sekadar menambah uang di kas, tetapi juga memperkuat fondasi untuk ekspansi bisnis selanjutnya. Struktur permodalannya pun tetap sehat, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas yang sangat rendah.
Kalau dirinci, kontribusi pendapatan terbesar justru datang dari segmen perhotelan, yakni sebesar 36 persen. Segmen komersial menyumbang 34 persen, sementara penjualan properti menyumbang 30 persen. Komposisi yang cukup berimbang, bukan?
Dengan semua capaian ini, Paradise Indonesia tampaknya sedang mempersiapkan langkah-langkah besar berikutnya. Tantangan ke depan pasti ada, namun posisi mereka terlihat cukup solid untuk menghadapinya.
Artikel Terkait
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil