Namun begitu, tekanan pasokan masih nyata. Analis Nanhua Futures ikut menyoroti hal ini. Produsen aluminium di Timur Tengah, katanya, masih dibayangi risiko serius.
Blokade di Selat Hormuz berpotensi macetkan pengiriman bahan baku. Alhasil, tekanan buat industri peleburan makin berat saja.
Iran sempat mengurangi produksi, meski fasilitas elektrolisisnya belum ditutup total. Kini, ada sedikit tanda pemulihan dari sana. Tapi jangan terlalu berharap dulu.
Uni Emirat Arab (UEA) justru jadi wilayah yang patut diwaspadai. Keterbatasan rute pengiriman alternatif bisa memaksa mereka memangkas output produksi. Situasinya memang rumit, dan pasar tampaknya akan terus bergerak di atas ketidakpastian ini.
Artikel Terkait
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran