Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium

- Rabu, 18 Maret 2026 | 12:30 WIB
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium

Harga aluminium tampaknya bakal bertahan di level tinggi untuk sementara waktu. Pemicunya? Gangguan pasokan dari Timur Tengah yang makin mengkhawatirkan.

Menurut Jonathan Ng, analis dari OCBC Group Research, sentimen pasar belakangan ini memang dipenuhi kecemasan. Rantai pasok global terancam, terutama karena situasi di Selat Hormuz yang belum stabil. Padahal, selat itu bukan cuma jalur vital minyak. Bahan-bahan baku penting seperti pupuk dan aluminium juga lewat sana.

"Kalau gangguan ini berlarut-larut, dampaknya akan luas. Banyak komoditas yang bakal kena imbasnya,"

kata Ng, seperti dilaporkan The Wall Street Journal, Rabu (18/3/2026).

OCBC sendiri memproyeksikan harga aluminium bisa menyentuh level USD3.500 per ton pada kuartal kedua 2026. Angka itu cukup ambisius, mengingat kontrak berjangka tiga bulan di LME baru saja melemah 1,1 persen ke posisi USD3.361 per ton.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar