Wall Street berhasil menutup perdagangan Selasa dengan catatan hijau. Meski begitu, semangat optimisme di awal sesi perlahan memudar seiring berjalannya waktu, berbanding terbalik dengan harga minyak yang terus merangkak naik. Sentimen pasar masih tertekan oleh serangan AS-Israel terhadap Iran yang belum juga mereda.
Nah, pekan ini jadi momen penting buat para pelaku pasar. Mereka menunggu keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral, termasuk The Fed. Harapannya sih, bisa dapat sinyal jelas tentang langkah kebijakan apa yang akan diambil untuk menahan laju inflasi, yang lagi terpukul oleh harga energi yang melambung.
Indeks S&P 500 bertambah 0,3 persen ke level 6.717,19. Angka itu sebenarnya lebih rendah dari kenaikan sementara yang sempat menyentuh 0,8 persen di tengah sesi. Sementara itu, NASDAQ Composite yang dipenuhi saham teknologi lebih perkasa, naik 0,5 persen ke 22.479,53.
Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average hanya bergerak tipis. Indeks yang diisi perusahaan-perusahaan blue-chip itu cuma naik 0,1 persen, berakhir di 46.993,87 poin.
Perlu diingat, reli solid sudah terjadi sehari sebelumnya, di hari Senin. Saat itu, saham teknologi seperti Nvidia memberi angin segar, ditambah harga minyak yang sempat melunak. Momentum itu sempat terbawa ke pembukaan Selasa. Tapi ya, seperti yang terlihat, kenaikannya tak bertahan lama. Semuanya tergerus seiring minyak yang kembali menguat.
Artikel Terkait
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual