Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen

- Rabu, 18 Maret 2026 | 06:50 WIB
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen

Jake Dollarhide dari Longbow Asset Management mencoba membaca situasi yang tampak paradoks ini. Menurutnya, meski minyak mahal, ada optimisme jangka pendek yang tersisa.

"Dengan kabar Israel menewaskan Kepala Keamanan Iran Ali Larijani semalam, pasar sepertinya masih punya harapan. Tapi jangan salah," katanya.

"Kondisinya tetap rapuh. Berita buruk apa pun terkait perdagangan minyak atau konflik yang berkepanjangan, bisa dengan gampang membalikkan keadaan dan membuat indeks volatilitas (VIX) melonjak."

Konflik di Timur Tengah sendiri makin panas. Israel mengklaim telah menewaskan Ali Larijani dalam sebuah serangan udara, seperti dilaporkan Wall Street Journal. Bukan cuma dia, sejumlah media juga memberitakan tewasnya Gholamreza Soleimani, Komandan Unit Paramiliter Basij Iran. Namun, kabar ini belum dikonfirmasi oleh otoritas atau media lokal Iran.

Di tengah gejolak itu, perhatian juga tertuju ke Selat Hormuz. Jalur laut vital di selatan Iran ini masih ditutup. Menariknya, Iran menyatakan selat itu terbuka untuk semua kapal kecuali kapal-kapal milik AS dan sekutunya. Padahal, sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasa melewati jalur sempit ini. Situasinya benar-benar genting.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar